Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyebut insiden penembakan yang terjadi dalam acara jamuan makan malam bagi wartawan di White House sebagai situasi yang tidak terduga dan mengejutkan banyak pihak.
“Itu adalah situasi yang tidak diharapkan di mana satu individu dapat mengganggu salah satu malam terbesar di Washington, terutama ketika presiden hadir,” kata Rubio kepada Fox News, Senin.
Rubio menjelaskan bahwa sesaat setelah suara tembakan terdengar, dirinya langsung menuju pusat komando Gedung Putih untuk bergabung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna memastikan situasi pemerintahan tetap terkendali.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam di Washington Hilton, lokasi berlangsungnya jamuan makan malam yang dihadiri koresponden Gedung Putih serta sejumlah pejabat pemerintahan Amerika Serikat.
Akibat kejadian itu, seluruh tamu undangan langsung dievakuasi dari area acara, termasuk Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump. Aparat keamanan bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka di lokasi kejadian.
Meski pelaku berhasil ditahan, insiden tersebut menyebabkan seorang agen United States Secret Service mengalami luka-luka.
Pasca kejadian, Donald Trump menyatakan bahwa agenda makan malam tersebut akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan demi alasan keamanan dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, pihak berwenang telah mengidentifikasi tersangka sebagai Cole Allen. Ia diketahui kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah Amerika Serikat, khususnya terkait sikap Donald Trump yang dinilai enggan memberikan bantuan kepada Ukraine.
Peristiwa ini langsung menjadi sorotan publik dan memicu perhatian luas terkait sistem keamanan dalam acara kenegaraan di ibu kota Amerika Serikat