By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Putin-Xi Kompak Bunyikan Alarm Dunia: Perdamaian Global Terancam ‘Hukum Rimba’
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Putin-Xi Kompak Bunyikan Alarm Dunia: Perdamaian Global Terancam ‘Hukum Rimba’

HukumInternasionalTerkini

Putin-Xi Kompak Bunyikan Alarm Dunia: Perdamaian Global Terancam ‘Hukum Rimba’

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
3 Min Read
Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China pada Mei 2026 bertepatan dengan peringatan 25 tahun penandatanganan perjanjian Treaty of Good-Neighborliness and Friendly Cooperation (Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Bertetangga Baik) pada tahun 2001. (Foto, China Daily)
SHARE

JAKARTA — Dunia dinilai sedang menghadapi tantangan berat dalam menjaga perdamaian global di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik, fragmentasi internasional, dan perebutan pengaruh antarnegara besar. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping bahkan memperingatkan dunia sedang bergerak menuju situasi “hukum rimba” atau law of the jungle.

Peringatan itu disampaikan dalam deklarasi bersama Rusia dan China yang dirilis Kremlin usai pertemuan kedua pemimpin di Beijing, Selasa (19/5/2026). Moskow dan Beijing menilai stabilitas internasional saat ini semakin rapuh dan agenda perdamaian dunia menghadapi tekanan serius.

Dalam dokumen tersebut, Rusia dan China menyebut komunitas internasional berisiko kembali pada pola hubungan global yang didasarkan pada kekuatan semata, bukan kerja sama dan keseimbangan antarnegara.

Mereka menilai situasi global kini semakin kompleks akibat meningkatnya persaingan geopolitik dan kecenderungan sejumlah negara untuk memaksakan pengaruhnya terhadap negara lain.

Rusia dan China juga mengkritik praktik dominasi global yang dinilai masih menggunakan pola pikir era kolonial. Menurut keduanya, pendekatan sepihak dalam mengatur urusan dunia justru memperbesar ancaman konflik internasional dan memperlemah upaya menjaga perdamaian global.

Dalam konferensi pers bersama, Putin menegaskan Rusia dan China akan terus menjalankan kebijakan luar negeri yang “independen dan berdaulat” di tengah meningkatnya ketegangan global.

“Yang paling penting adalah Rusia dan Cina berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang independen dan berdaulat, bekerja sama erat dalam kemitraan strategis, serta memainkan peran penting sebagai kekuatan penstabil di panggung global,” kata Putin seperti dikutip media Rusia.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana negara-negara besar kini berlomba membangun blok dan poros strategis masing-masing di tengah memanasnya dinamika internasional. Situasi itu dinilai menjadi tantangan besar bagi dunia dalam menjaga stabilitas global dan mencegah konflik terbuka antarnegara besar.

Meski demikian, Putin mengatakan Rusia tetap membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat. Ia menyebut isu tersebut juga dibahas bersama Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing.

Baca Juga :

Pekanbaru Future Champions! Dispora All-In Pembinaan Atlet Usia Dini 
Dari Otot ke Makna! Chicco Jerikho dan Filosofi Hidup Sehatnya

Namun Putin tidak menjelaskan lebih lanjut apakah kerja sama itu termasuk pembahasan negosiasi perdamaian terkait perang Ukraina.

Di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat, Rusia dan China juga kembali menyerukan solusi damai jangka panjang untuk perang Ukraina. Dalam dokumen yang dikutip kantor berita Interfax, kedua negara menyatakan mendukung seluruh upaya yang dapat menciptakan perdamaian yang “berkelanjutan dan tahan lama”.

Rusia bahkan memuji posisi China dalam konflik Ukraina sebagai sikap yang “objektif dan tidak memihak”.

Meski demikian, negara-negara Barat selama ini menuduh China secara tidak langsung membantu Rusia mempertahankan perang melalui hubungan ekonomi yang tetap erat dengan Moskow di tengah sanksi internasional terhadap Rusia.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa menjaga perdamaian dunia kini bukan hanya soal menghentikan perang, tetapi juga bagaimana negara-negara besar mampu menahan rivalitas geopolitik agar tidak berubah menjadi konflik global yang lebih luas.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Presiden China Xi JinpingPresiden Rusia Vladimir Putin
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bahlil Gebrak Hulu Migas! Perintahkan KKKS & Pertamina Cepat Serap Minyak Sumur Rakyat
Next Article Mobil Mewah Sedot Solar Subsidi, Rakyat Kecil Menjerit! Rakyat Antre Solar, Mafia Justru Panen Miliaran
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index