INVERSI.ID – Ketua DPR Amerika Serikat Mike Johnson menilai Presiden AS Donald Trump membutuhkan perlindungan keamanan yang lebih ketat menyusul berbagai ancaman dan serangan yang disebut terus mengarah kepadanya dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Johnson usai insiden penembakan yang terjadi di Washington Hilton saat berlangsungnya jamuan makan malam White House Correspondents’ Association pada Sabtu malam (25/4).
“Dia adalah tokoh politik yang paling banyak diserang dan difitnah dalam sejarah. Dia sangat tangguh, tetapi dia memerlukan perlindungan yang lebih besar dan saya pikir akan ada evaluasi ulang yang sangat cermat tentang bagaimana kami menangani peristiwa-peristiwa besar ini,” kata Johnson kepada Fox News, Senin.
Menurut Johnson, Kongres Amerika Serikat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan yang diterapkan oleh United States Secret Service dalam berbagai acara besar yang melibatkan tokoh penting negara.
Ia menyebut Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, telah mengumumkan rencana penilaian terhadap respons Dinas Rahasia AS guna mengidentifikasi titik-titik kelemahan dalam sistem keamanan yang ada saat ini.
Insiden penembakan tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika acara makan malam tahunan tengah berlangsung di Hotel Hilton Washington. Situasi mendadak berubah mencekam setelah suara tembakan terdengar di area lokasi acara.
Seluruh tamu undangan, termasuk Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, langsung dievakuasi oleh petugas keamanan demi menghindari risiko yang lebih besar.
Pihak berwenang bergerak cepat dengan mengamankan pelaku penembakan. Dalam insiden itu, seorang agen Dinas Rahasia Amerika Serikat dilaporkan mengalami luka.
Pelaku diketahui bernama Cole Allen. Berdasarkan informasi awal, tersangka disebut kerap melontarkan kritik terhadap Pemerintah Amerika Serikat terkait sikap negara tersebut yang dianggap kurang memberikan dukungan kepada Ukraina.
Peristiwa ini kembali memicu sorotan publik terhadap standar keamanan bagi pejabat tinggi Amerika Serikat, terutama menjelang berbagai agenda politik besar yang diprediksi berlangsung semakin panas dalam waktu dekat.