By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kasus Anak Tak Sekolah di Jakarta Tinggi, DPRD Dorong Penambahan Sekolah Gratis
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kasus Anak Tak Sekolah di Jakarta Tinggi, DPRD Dorong Penambahan Sekolah Gratis

Pendidikan

Kasus Anak Tak Sekolah di Jakarta Tinggi, DPRD Dorong Penambahan Sekolah Gratis

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Sejumlah murid mengikuti pelatihan otomotif di SMK Katolik Sint Joseph. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, menilai anggaran pendidikan di Jakarta masih perlu ditingkatkan untuk mengatasi persoalan anak tidak sekolah (ATS) yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di ibu kota.

Menurut Jhonny, alokasi dana pendidikan gratis yang saat ini digelontorkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai belum cukup untuk menyelesaikan persoalan tingginya angka anak putus sekolah.

“Menurut saya, anggaran untuk sekolah gratis di DKI itu masih sangat kecil, tidak bisa menyelesaikan persoalan anak putus sekolah,” kata Jhonny saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan anggaran pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah daerah, terutama untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Selain penambahan anggaran, Jhonny juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar memperbanyak jumlah sekolah gratis di berbagai wilayah Jakarta.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan anak tidak sekolah dapat ditangani secara lebih efektif dan merata.

Menurutnya, masalah anak putus sekolah tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga dipicu persoalan sosial dan budaya di lingkungan masyarakat.

Jhonny menilai masih banyak orang tua yang belum menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan utama bagi anak-anak mereka.

“Betul-betul, Pemprov harus proaktif jemput bola ke masyarakat. Disdik (Dinas Pendidikan) DKI Jakarta juga harus melakukan sosialisasi kepada orang tua bahwa pendidikan adalah hal yang penting,” ujar Jhonny.

Baca Juga :

Mengenal iPhone Slim 2025, Produk Apple yang Lebih Ramping
Biodata Lengkap Thoriq M Alkatiri, Wasit yang Lolos Kawal Liga 1 Indonesia

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesetaraan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan DKI Jakarta, Heni Mulyani, mengungkapkan jumlah anak tidak sekolah di wilayah Jakarta Utara mencapai lebih dari 22 ribu anak berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp253,6 miliar untuk program sekolah swasta gratis di Jakarta.

Program tersebut mencakup 103 sekolah swasta yang tersebar di berbagai wilayah ibu kota sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis,” kata Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta.

Program sekolah gratis itu tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 312 Tahun 2025.

Dari total sekolah yang terlibat, sebanyak 40 sekolah swasta penerima lanjutan mendapatkan pendanaan penuh selama Januari hingga Desember 2026.

Sementara 63 sekolah swasta lainnya sebagai penerima baru memperoleh dukungan anggaran untuk periode Juli hingga Desember 2026.

Program pendidikan gratis tersebut mencakup jenjang SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB di lima wilayah administrasi Jakarta.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memastikan sejumlah bantuan pendidikan lain tetap berjalan, seperti Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, serta program pemutihan ijazah.

You Might Also Like

Peluang Emas! UMB Sediakan Beasiswa Hingga Gratis Kuliah Bagi Peserta SNBT
Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 34 Resmi Lulus, Ini Pesan Penting Panglima TNI
KPK Bongkar Modus Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB 2026
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
Dedi Mulyadi Larang Titip-Menitip di SPMB Sekolah Maung, Ancam Pecat hingga Proses Hukum
TAGGED:MuridSekolahSekolah Gratis
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article KAI Daop 6 Yogyakarta Batalkan Sejumlah Perjalanan Kereta Imbas Gangguan di Bekasi Timur
Next Article Gas Lokal Jadi Senjata Baru! Bahlil Siapkan Jurus Tekan LPG Impor
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Universitas Indonesia Gandeng Kampus Top China untuk Tingkatkan Riset dan Pertukaran Mahasiswa

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Kurangi Jumlah Soal Matematika TKA SMA Jadi 25 Butir

1 week ago
Foto : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

BGN Integrasikan Sistem Deteksi Dini Digital guna Tangkal Kasus Keracunan Masif di Sekolah

1 week ago
Pendidikan

Peluang Magang di Eropa Terbuka untuk Mahasiswa FISIP Undip

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index