INVERSI.ID – Campus League terus memperluas jaringan kolaborasinya dalam upaya membangun ekosistem olahraga kampus yang lebih kuat di Indonesia. Terbaru, organisasi tersebut menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk mendukung pengembangan mahasiswa-atlet serta menciptakan kompetisi antarmahasiswa yang berkesinambungan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu. Penandatanganan dilakukan oleh CEO Campus League Ryan Gozali bersama Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH Dr. Andry M. Panjaitan.
“Campus League adalah secercah masa depan bagi olahraga Indonesia. Bagi kami, ini kesempatan untuk melangkah lebih jauh,” kata Andry dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.
Dengan bergabungnya UPH, jumlah perguruan tinggi yang menjalin kemitraan dengan Campus League kini bertambah menjadi tiga. Sebelumnya, kerja sama serupa telah dilakukan bersama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Andry menilai kehadiran Campus League dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perguruan tinggi dalam menjalankan tridharma. Menurutnya, dukungan data, jaringan kompetisi yang luas, serta perkembangan ekosistem olahraga mahasiswa menjadi nilai tambah yang dapat dimanfaatkan kampus untuk mencetak lebih banyak talenta olahraga.
Di sisi lain, Ryan Gozali menjelaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi merupakan bagian dari visi jangka panjang Campus League dalam membangun kompetisi olahraga mahasiswa yang tumbuh langsung dari lingkungan kampus.
Menurut Ryan, kompetisi mahasiswa ke depan tidak hanya berpusat pada satu lokasi tertentu, melainkan akan berkembang menjadi ajang yang hidup dan memiliki identitas kuat di masing-masing kampus peserta.
Sebagai langkah lanjutan, Campus League menargetkan penerapan sistem kandang dan tandang dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Melalui konsep tersebut, setiap kampus akan mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertandingan secara bergilir.
Ryan meyakini sistem tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perguruan tinggi. Selain membangun basis pendukung secara alami, skema itu juga berpotensi meningkatkan keterlibatan alumni sekaligus membuka peluang pendapatan baru melalui kerja sama sponsor maupun penjualan produk resmi tim kampus.
“Revenue itu bisa digunakan untuk mengongkosi tim, menggaji pelatih, atau membiayai perjalanan tim untuk away. Tim kampus juga bisa menjual merchandise,” kata Ryan.
Melalui kolaborasi ini, Campus League berharap dapat mendorong lahirnya budaya olahraga kampus yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi fondasi penting bagi perkembangan olahraga Indonesia di masa depan.