INVERSI.ID – Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa senjata nuklir hingga saat ini masih menjadi faktor utama yang mencegah pecahnya perang berskala global. Menurutnya, sistem pencegahan nuklir menjadi satu-satunya mekanisme yang masih efektif menjaga keseimbangan keamanan dunia di tengah meningkatnya berbagai konflik regional.
Pernyataan tersebut disampaikan Peskov saat berbicara dalam forum Primakov Readings pada Rabu. Ia menilai kondisi keamanan internasional saat ini mengalami kemunduran dan semakin rentan dibandingkan sebelumnya.
“Kondisi (keamanan dunia) kini bisa dibilang cukup tergerus, bahkan dalam banyak hal. Selain pencegahan nuklir, tidak ada lagi yang kita miliki di dunia ini. Inilah satu-satunya hal yang melindungi dunia dari perang global,” kata Peskov dalam forum Primakov Readings.
Menurut Peskov, berbagai kawasan di dunia kini menghadapi peningkatan potensi konflik yang dapat memicu ketegangan lebih luas. Situasi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa tantangan keamanan global semakin kompleks dan sulit dikendalikan.
Ia juga menyoroti minimnya instrumen internasional yang dapat digunakan negara-negara untuk melakukan dialog maupun negosiasi terkait isu keamanan. Kondisi ini dinilai mempersempit peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Selain itu, Peskov memperingatkan perkembangan teknologi militer yang berlangsung sangat cepat. Ia menilai dunia berpotensi menghadapi kemunculan jenis senjata baru yang meski bukan berbasis nuklir, namun memiliki daya rusak yang sangat besar.
“Sekali lagi, teknologi berkembang sedemikian rupa sehingga sudah jelas akan muncul jenis senjata baru, yang bukan nuklir, tetapi di masa depan mampu menandingi daya hancur senjata nuklir,” kata Peskov.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme pencegahan nuklir yang berlaku saat ini masih berjalan dan tetap menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga stabilitas global.
Peskov menambahkan bahwa pemerintah Rusia memahami pentingnya sistem tersebut dan terus memantau perkembangan situasi keamanan internasional yang dinamis di tengah meningkatnya persaingan geopolitik dunia.