By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
3 Min Read
Petugas kepolisian saat menggiring Taufik Hidayat. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Psikolog Samanta Clara Elsener mengungkapkan bahwa dorongan untuk memiliki kendali penuh atas orang lain dapat menjadi salah satu faktor utama yang memicu seseorang melakukan tindakan penyekapan hingga penyiksaan terhadap korban.

Menurut psikolog yang juga merupakan pengurus pusat Himpunan Psikologi Indonesia (PP HIMPSI) tersebut, pelaku kerap memiliki pengalaman psikologis berupa rasa tidak berdaya, kegagalan, atau perasaan rendah diri yang telah berlangsung lama dalam kehidupannya.

“Kebutuhan akan kontrol dan kekuasaan menjadi pemicu yang paling klasik. Pelaku sering kali merasa tidak berdaya, gagal, atau kecil dalam kehidupan nyata maupun pengalaman masa lalunya,” kata Samanta saat dihubungi ANTARA, Rabu.

Samanta menjelaskan bahwa kondisi psikologis tersebut dapat mendorong individu mencari cara ekstrem untuk mendapatkan kembali rasa berkuasa. Dalam beberapa kasus, pelaku memilih mengendalikan kehidupan orang lain secara total sebagai bentuk kompensasi atas ketidakberdayaan yang pernah dialami.

Menurutnya, penyekapan menjadi salah satu bentuk kontrol paling ekstrem karena memungkinkan pelaku mengatur hampir seluruh aspek kehidupan korban.

“Untuk mengompensasi rasa tidak berdaya itu, mereka mencari cara ekstrem agar bisa mengendalikan hidup orang lain secara mutlak. Menyekap adalah bentuk kontrol total karena pelaku menentukan kapan korban makan, tidur, atau bahkan bernapas,” ujarnya.

Selain faktor kebutuhan akan kekuasaan, tindakan penyiksaan juga dapat dipengaruhi oleh menurunnya kemampuan seseorang untuk merasakan penderitaan orang lain atau berkurangnya empati terhadap sesama.

Samanta menuturkan, hilangnya empati bisa dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari tekanan psikologis yang berat dan berlangsung lama, penyalahgunaan zat seperti narkoba maupun alkohol, hingga gangguan pada area otak yang berperan dalam mengatur respons empatik.

“Seseorang bisa sampai menyiksa karena otaknya tidak lagi merespons rasa sakit orang lain. Ada proses desensitisasi emosi atau matinya rasa empati,” katanya.

Baca Juga :

Jokowi Terima 7.400 Aduan Lokasi Jalan Rusak Lewat Media Sosial
Full Support Buat Generasi Emas Padang: Sekolah Aman, Perut Kenyang, Pikiran Tenang!

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kekerasan juga dapat berakar dari kemarahan yang tersimpan dalam waktu panjang dan tidak pernah tersalurkan secara sehat. Dalam situasi tertentu, korban dapat menjadi sasaran pelampiasan emosi yang sebenarnya berasal dari pengalaman masa lalu pelaku.

Menurut Samanta, korban terkadang dianggap mewakili individu atau peristiwa yang pernah menimbulkan luka emosional bagi pelaku sehingga menjadi target kemarahan yang telah lama terakumulasi.

“Kadang korban menjadi simbol dari orang yang dibenci pelaku di masa lalu. Pelaku melampiaskan akumulasi kemarahan yang sudah bertahun-tahun dipendam kepada korban saat ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Samanta sebagai tanggapan atas kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung yang belakangan menjadi sorotan publik dan memicu perhatian luas di masyarakat.

Kasus tersebut kembali mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap perilaku kekerasan, sekaligus perlunya dukungan kesehatan mental untuk mencegah munculnya tindakan ekstrem yang dapat membahayakan orang lain.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:PenyekapanTaufik Hidayat
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global
Next Article Neymar Kembali! Ancelotti Pastikan Sang Bintang Siap Hadapi Skotlandia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Sayembara Rp250 Juta Berbuah Hasil, Dedi Mulyadi Pastikan Uang Diberikan untuk Korban

3 weeks ago
Terkini

Polisi Bongkar Fakta Penangkapan Tersangka Penyekapan YTR yang Sempat Viral

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

4 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index