INVERSI.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Labuan yang berada di Pulau Labuan, wilayah perairan Sabah, Malaysia Timur, untuk sementara dihentikan setelah ditemukan sebuah benda yang diduga merupakan bom peninggalan perang. Objek tersebut ditemukan sekitar 150 meter dari landasan pacu bandara.
Laporan sejumlah media di Malaysia yang dipantau dari Kuala Lumpur pada Jumat menyebutkan, temuan benda mencurigakan itu berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Labuan. Sejumlah jadwal penerbangan pun mengalami gangguan akibat penutupan sementara area bandara.
Berdasarkan Pemberitahuan kepada Pilot (Notice to Airmen/NOTAM) yang diunggah melalui akun Facebook Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) menetapkan penutupan sementara landasan pacu mulai pukul 17.00 waktu setempat.
Otoritas bandara menyatakan penutupan akan diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut.
Saat ini, personel Angkatan Udara Kerajaan Malaysia bersama pihak pengelola Bandara Labuan tengah melakukan inspeksi menyeluruh di sekitar area landasan pacu untuk memastikan kondisi lokasi aman sebelum operasional kembali dibuka.
Penutupan tersebut berdampak pada sejumlah layanan penerbangan. Beberapa rute dari Labuan menuju Miri dan Kota Kinabalu terpaksa dibatalkan, sementara penerbangan yang menuju maupun melintasi Bandara Labuan harus dialihkan, dijadwalkan ulang, atau mengalami penyesuaian operasional.
Sementara itu, media BERNAMA melaporkan bahwa benda yang diduga bom tersebut diperkirakan berasal dari era Perang Dunia II. Objek itu ditemukan di lokasi proyek perbaikan lereng yang berada di sekitar kawasan bandara, sehingga memicu langkah antisipasi dari otoritas demi menjaga keselamatan penerbangan.