INVERSI.ID – Wimbledon 2026 dipastikan menghadirkan juara baru di sektor tunggal putri. Karolina Muchova dan Linda Noskova sukses mengamankan tiket ke partai final setelah sama-sama memenangkan pertandingan semifinal yang berlangsung di Centre Court, Kamis (9/7).
Keberhasilan keduanya menciptakan sejarah baru karena untuk pertama kalinya final Grand Slam mempertemukan dua petenis putri asal Republik Ceko. Selain itu, ini juga menjadi final tunggal putri Wimbledon pertama yang mempertemukan dua pemain dari negara yang sama sejak Serena Williams menghadapi Venus Williams pada edisi 2009.
Karolina Muchova memastikan langkah ke final setelah melewati pertarungan dramatis melawan unggulan kedua asal Amerika Serikat, Coco Gauff. Petenis berusia 29 tahun itu menang dengan skor 6-2, 1-6, 7-6(10) dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga tiebreak set penentuan.
“Ini momen yang sangat spesial. Ini pencapaian luar biasa. Wimbledon adalah salah satu turnamen terbesar dengan sejarah yang panjang dan begitu banyak legenda pernah bermain di sini. Saya sangat senang bisa mencapai final lagi,” kata Muchova, dikutip dari WTA.
Muchova tampil dominan pada set pertama sebelum Gauff membalas di set kedua. Memasuki set ketiga, kedua petenis saling menjaga servis sehingga pertandingan harus ditentukan melalui tiebreak.
Drama terjadi ketika Muchova sempat unggul 6-3 pada tiebreak. Gauff kemudian bangkit dan berbalik memimpin 9-8 sehingga memperoleh satu match point.
Namun, Muchova menunjukkan mental juara dengan menggagalkan peluang tersebut sebelum merebut tiga poin terakhir untuk memastikan kemenangan sekaligus mengamankan tiket menuju final Wimbledon.
“Saya hanya terus mengatakan kepada diri sendiri untuk tetap menyerang. Kalau pun kalah, saya ingin kalah dengan permainan saya sendiri, yaitu bermain agresif dan maju ke depan,” ujar Muchova.
Kemenangan itu menjadi yang kedua bagi Muchova atas Gauff sepanjang musim 2026 setelah sebelumnya selalu kalah dalam enam pertemuan pertama mereka.
Di sisi lain, Gauff mengaku kekalahan tersebut menjadi pengalaman berharga yang akan dijadikan bahan evaluasi, terutama saat menghadapi poin-poin krusial dalam pertandingan besar.
“Pada akhirnya itu keputusan yang saya ambil. Mungkin bukan pilihan terbaik saat itu, tetapi seperti itulah tenis. Saya akan belajar dari momen ini agar memiliki rencana yang lebih jelas ke depannya,” kata juara US Open 2023 itu.
Noskova Lolos ke Final Grand Slam Pertama
Sementara itu, Linda Noskova tampil impresif saat menghadapi unggulan ke-12 Marta Kostyuk. Petenis berusia 21 tahun tersebut menang dua set langsung dengan skor 6-4, 6-4 untuk memastikan penampilan perdananya di final Grand Slam.
Noskova tampil konsisten sepanjang pertandingan dan mampu memanfaatkan momentum dengan mematahkan servis lawannya pada gim terakhir di masing-masing set.
“Saya selalu fokus pada permainan sendiri. Ketika tampil dengan permainan terbaik, saya tahu bisa bersaing dengan petenis-petenis terbaik dunia. Kini saya berhasil mencapai final Grand Slam,” kata Noskova.
Perjalanan Noskova menuju final juga tidak mudah. Pada babak ketiga, ia sempat menyelamatkan satu match point saat menghadapi Sorana Cirstea sebelum akhirnya lolos ke babak berikutnya.
Statistik di semifinal juga menunjukkan performa solid petenis muda Ceko tersebut. Noskova memenangi 74 persen poin dari servis pertama dan 58 persen poin dari servis kedua saat mengalahkan Kostyuk.
Final Wimbledon 2026 akan menjadi momen bersejarah bagi tenis Ceko. Selain memastikan lahirnya juara baru, pertandingan ini juga menjadi kesempatan emas bagi kedua petenis untuk meraih gelar Grand Slam pertama dalam karier mereka.
Muchova datang dengan modal pengalaman setelah menjadi finalis Roland Garros 2023 dan unggul 1-0 dalam rekor pertemuan atas Noskova. Satu-satunya duel mereka terjadi pada babak ketiga US Open tahun lalu dan dimenangkan oleh Muchova.
Meski demikian, performa impresif Noskova sepanjang Wimbledon 2026 membuat laga final diprediksi berlangsung ketat dan terbuka bagi kedua petenis.