INVERSI.ID – Universitas Indonesia (UI) bersama The University of Queensland (UQ), Australia, kembali menorehkan pencapaian dalam kerja sama pendidikan internasional. Sebanyak 62 mahasiswa dari program joint degree dan double degree resmi diwisuda dalam prosesi kelulusan yang berlangsung pada 16 Juli 2026.
Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah mengatakan kemitraan antara UI dan UQ telah berkembang pesat selama lebih dari 20 tahun. Menurutnya, kolaborasi kedua institusi kini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup riset, inovasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Selama lebih dari dua dekade, kemitraan UI dan The University of Queensland terus berkembang dari program pendidikan menjadi ekosistem kolaborasi yang mencakup riset, inovasi, dan pengembangan talenta,” kata Rektor UI, Heri Hermansyah dalam keterangannya, Rabu.
Heri menilai jumlah lulusan yang dihasilkan melalui kerja sama UI dan UQ tahun ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional mampu memberikan manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global.
“Kami ingin terus memperluas kolaborasi yang tidak hanya melahirkan lulusan berdaya saing global, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.
Prosesi wisuda yang digelar oleh UQ menjadi simbol eratnya hubungan kedua perguruan tinggi yang telah dibangun sejak awal tahun 2000-an. Program tersebut terus berkembang dari awalnya hanya mencakup bidang psikologi hingga kini melibatkan berbagai disiplin ilmu.
Dari total 62 lulusan, sebanyak 35 mahasiswa berasal dari program Psikologi, 18 lulusan Ilmu Komputer, empat lulusan Ekonomi, Bisnis, dan Commerce, tiga lulusan Komunikasi dan Arts, serta dua lulusan Teknik.
Melalui program joint degree dan double degree tersebut, para mahasiswa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Indonesia maupun Australia. Selain mendapatkan pengalaman akademik lintas negara, mereka juga terlibat dalam kegiatan riset serta membangun jejaring internasional sejak masih berstatus mahasiswa.
Kehadiran Rektor UI dalam prosesi wisuda turut menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara kedua universitas. Selama lebih dari dua dekade, kerja sama tersebut terus diperluas melalui berbagai program, mulai dari mobilitas mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, hingga pengembangan inovasi yang kini diperkuat melalui UI–UQ Collaboration Centre di Science Techno Park UI, Depok.
Kolaborasi ini juga mempertemukan UI dengan salah satu universitas riset terbaik dunia. Dalam QS World University Rankings 2027, The University of Queensland menempati peringkat ke-40 dunia dan tergabung dalam Group of Eight (Go8), konsorsium delapan universitas riset paling bergengsi di Australia.
UQ dikenal memiliki reputasi kuat di berbagai bidang, seperti psikologi, ilmu lingkungan, farmasi, life sciences and medicine, teknik, pertanian, pendidikan, hingga chemical engineering. Reputasi tersebut membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen UI untuk mengembangkan riset bersama di tingkat internasional.
Hingga saat ini, lebih dari 700 mahasiswa telah mengikuti program double degree maupun berbagai skema mobilitas akademik hasil kolaborasi UI dan UQ. Kehadiran UI–UQ Collaboration Centre juga semakin memperkuat sinergi kedua institusi melalui pengembangan riset bersama, supervisi mahasiswa doktoral, inovasi, pertukaran akademik, serta akses terhadap berbagai pendanaan riset internasional.