By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: FOMO atau FOBO? Kenali Perbedaannya!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » FOMO atau FOBO? Kenali Perbedaannya!

Terkini

FOMO atau FOBO? Kenali Perbedaannya!

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Pernah nggak sih, kamu ngerasa nggak mau ketinggalan tren terbaru? Atau malah bingung sendiri karena terlalu banyak pilihan yang bikin susah ambil keputusan? Nah, kalau iya, bisa jadi kamu kena FOMO atau FOBO! Dua istilah ini sering banget dipakai buat ngegambarin fenomena psikologis yang banyak dialami anak muda zaman sekarang. Tapi, apa sih bedanya? Yuk, kita bahas!

FOMO: Takut Ketinggalan Informasi Terkini

FOMO alias Fear of Missing Out adalah perasaan takut ketinggalan informasi terkini. Misalnya, pas kamu buka Instagram dan liat temen-temen pada nongkrong bareng, terus tiba-tiba kamu jadi ngerasa sedih atau iri karena nggak ikut. Atau mungkin kamu selalu pengen update tren terbaru biar nggak keliatan ketinggalan zaman.

FOMO sering bikin orang jadi overthinking dan selalu ngecek media sosial, takut ada yang terlewat. Akhirnya, bukannya menikmati hidup, malah sibuk kepikiran hal-hal yang belum tentu penting buat diri sendiri.

FOBO: Terlalu Banyak Pilihan, Jadi Galau Sendiri

Kalau FOMO itu takut ketinggalan, FOBO alias Fear of Better Options adalah ketakutan dalam mengambil keputusan karena terlalu banyak pilihan. Pernah nggak, kamu mau beli sepatu, tapi udah buka puluhan toko online dan tetap bingung mana yang terbaik? Atau pas mau makan di restoran, kamu lama banget mutusin pesen apa karena takut ada menu lain yang lebih enak? Nah, itu FOBO!

Orang yang kena FOBO sering banget ngerasa nggak puas sama pilihannya karena takut ada opsi lain yang lebih baik. Akibatnya, mereka jadi menunda-nunda keputusan, bahkan sampai stres sendiri.

FOMO Vs FOBO: Mana yang Lebih Berbahaya?

Sebenernya, baik FOMO maupun FOBO bisa berdampak negatif kalau nggak dikontrol dengan baik. FOMO bisa bikin seseorang jadi terlalu bergantung pada validasi sosial dan sulit menikmati hidupnya sendiri. Sedangkan FOBO bisa bikin seseorang terus-menerus ragu dan takut mengambil keputusan, sehingga banyak peluang yang terlewat.

Baca Juga :

Dua Seniman Indonesia Berjaya di MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2025: Prestasi Besar Seni Rupa Nusantara di Asia Tenggara
Menhub Harap Masyarakat Manfaatkan Layanan Mudik Gratis Bersama Sepeda Motor

Jadi, mana yang lebih berbahaya? Jawabannya tergantung! Kalau kamu lebih sering stres karena takut ketinggalan, berarti kamu perlu mengatasi FOMO. Tapi kalau kamu lebih sering galau dan sulit mengambil keputusan, berarti kamu harus belajar ngurangin FOBO.

Cara Mengatasi FOMO dan FOBO

  1. Sadari bahwa kita nggak bisa ngikutin semuanya: Nggak harus selalu update tren terbaru atau ikut semua acara. Pilih yang benar-benar penting buatmu.
  2. Kurangi konsumsi media sosial – Kadang yang bikin kita FOMO adalah media sosial. Coba detox sejenak biar bisa lebih fokus ke hidup sendiri.
  3. Buat keputusan yang realistis – Nggak ada keputusan yang 100% sempurna. Lebih baik ambil keputusan dengan yakin daripada nggak ngapa-ngapain sama sekali.
  4. Latih diri buat puas dengan pilihan sendiri – Daripada terus mikirin opsi lain, coba nikmati dan syukuri pilihan yang udah kamu ambil.

Pada akhirnya, baik FOMO maupun FOBO adalah fenomena yang wajar, apalagi di era digital kayak sekarang. Yang penting, kita bisa belajar mengontrolnya supaya hidup lebih tenang dan bahagia!***

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Hotman Paris Buka Suara soal Irjen Teddy Minahasa Dituntut Hukuman Mati
Next Article Holding Statement: Anak Muda yang Hilang di Yogya Adalah Mantan Pendiri Startup Kecilin
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index