INVERSI.ID – Sebanyak 19 pelajar tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengikuti program pembinaan karakter di Resimen Induk Kodam (Rindam) III/Siliwangi, Bandung. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
Menurut Pembina Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA se-Kabupaten Indramayu, Erna Setyawati, para pelajar yang dikirim merupakan siswa dari berbagai sekolah yang dinilai membutuhkan pembinaan khusus dalam hal kedisiplinan dan sikap.
“Mereka ini ‘anak-anak hebat’ yang kami dorong untuk mendapatkan pembinaan positif melalui kegiatan di lingkungan militer,” ujar Erna, Selasa (7/5).
Para peserta berasal dari SMAN 1 Sindang, SMAN 2 Indramayu, SMAN Kedokanbunder, SMAN Lohbener, SMAN Lelea, SMAN Jatibarang, dan SMK Cikedung. Keberangkatan mereka dilaksanakan pada Senin dini hari, 5 Mei 2025.
Antisipasi Masalah Disiplin dan Tawuran
Erna menjelaskan bahwa sebagian besar siswa yang dikirim memiliki catatan pelanggaran di sekolah, mulai dari bolos hingga keterlibatan dalam aksi tawuran. Sekolah dan orang tua pun telah sepakat bahwa pembinaan melalui program militer dapat menjadi solusi jangka panjang dalam membentuk karakter mereka.
“Sekolah dan orang tua sudah kewalahan membimbing mereka. Karena itu, kami merekomendasikan mereka untuk mengikuti program Gubernur Jawa Barat ini,” kata Erna.
Respons Positif dari Orang Tua dan Sekolah
Program pembinaan ini mendapat sambutan positif dari orang tua. Menurut Erna, para orang tua berharap kegiatan ini bisa menjadi titik balik dalam perilaku anak-anak mereka.
“Tujuan kami bukan menghukum, tapi mengarahkan. Pembinaan ini diharapkan bisa membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab,” tambahnya.
Pembinaan di barak militer ini menjadi alternatif edukatif yang menggabungkan pendekatan tegas dengan nilai-nilai positif, seperti kedisiplinan, kepemimpinan, serta kerja sama tim.***