INVERSI.ID – SMP Negeri 39 Surabaya menjadi perhatian publik dan viral di media sosial setelah menerapkan program tidur siang di sekolah. Langkah ini dinilai inovatif karena berpotensi meningkatkan fokus belajar dan kesehatan mental siswa, terutama di tengah padatnya aktivitas pendidikan.
Program ini masih dalam tahap uji coba, namun sudah mendapat respons positif, termasuk dari kalangan medis. Dokter spesialis kesehatan tidur, dr. Andreas Prasadja, menyambut baik ide ini. Menurutnya, tidur siang memberikan berbagai manfaat, khususnya bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
“Tidur siang sangat baik untuk meningkatkan fungsi otak, kemampuan kognitif, kestabilan emosi, serta kesehatan mental anak-anak,” ujar Andreas.
Waktu Ideal dan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Andreas menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk tidur siang adalah sekitar pukul 12.00 hingga 13.00, bertepatan dengan waktu istirahat makan siang. Durasi tidur siang yang disarankan di sekolah cukup 30 menit. Meski anak SMP masih bisa tidur hingga dua jam, ia menyarankan durasi tersebut dilakukan di rumah.
Selain durasi, kenyamanan lingkungan juga sangat penting.
“Ruangan harus sejuk, pencahayaan diredupkan, dan suasana tidak bising,” jelas Andreas.
Ia menambahkan bahwa posisi tidur bisa disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing siswa, baik berbaring di kasur lipat maupun duduk santai.
Menuju Sekolah yang Peduli Kesehatan Mental
Pihak SMPN 39 Surabaya menyatakan bahwa program tidur siang ini merupakan salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan holistik. Mereka percaya bahwa pendidikan tidak hanya soal nilai akademik, tetapi juga kesejahteraan fisik dan mental siswa.
Dengan hasil awal yang cukup menggembirakan, tidak menutup kemungkinan bahwa program serupa akan diadopsi oleh sekolah lain di masa mendatang. Tidur siang bukan lagi dianggap sebagai kemalasan, tapi justru sebagai strategi cerdas untuk meningkatkan performa belajar.***