Halo bro and sis, ada info baru nih dari daerah Denpasar, 11 Mei 2025! Aula SMA N 4 Denpasar bermandikan lampu sorot ungu saat banner “Welcome Home, Tania!” digelar.
Tania Wijaya (17) baru pulang dari Bangkok dengan medali perak Olimpiade Sains Asia (OSA) bidang Kimia—prestasi tertinggi Bali dalam 12 tahun terakhir.
Rute Belajar Anti Kebut Semalam
Tania mulai jatuh cinta pada kimia sejak kelas VIII ketika membuat sabun kopi di bazar sekolah. Metode belajarnya unik:
- Pomodoro 20‑5: 20 menit membaca buku Atkins secara intens, 5 menit break nonton vlog kucing.
- Studygram @chemwithtan: ia unggah ringkasan reaksi setiap hari; follower 28 k ribut di kolom komentar saling bantu jawab soal.
- Eksperimen dapur: mengukur pH sambal, titrasi air kelapa, hingga destilasi minyak sereh.
“Dengan praktik kecil, konsep jadi nempel,” jelasnya.
Sejak September 2024, Tania digembleng Tim Pembina OSN Bali: simulasi 250 soal, diskusi daring 3 jam tiap Minggu, hingga bootcamp ke Universitas Udayana.
Dirinya sendiri sebenarnya itu menolak julukan “anak jenius”: “Aku cuma rajin, suka nanya detail kenapa bukan apa.”
Drama Final & Soal ‘Level Dewa’
Babak praktikum OSA menuntut peserta mensintesis aspirin dan menganalisis kemurnian via kromatografi lapis tipis semua dalam 3 jam.
“Tanganku gemetar, tapi aku tarik napas 4‑7‑8 seperti diajarin mentor,” kenang Tania. Hasilnya: skor 83/100, terpaut 2 poin dari medali emas Korea Selatan.
Pemprov Bali memberi beasiswa penuh serta hibah Rp 50 juta untuk mendirikan ‘Chem‑Corner’ laboratorium mini di perpustakaan sekolah agar siswa SMP‑SMA bisa praktik gratis.
Tania juga udah merancang webinar nih buat “Everyday Chemistry” yang sudah mendaftar 1 200 peserta se Indonesia.
Menuju Olimpiade Kimia Internasional
Tania beneran lolos seleksi 4 besar tim nasional ke International Chemistry Olympiad (IChO) 2025 di Praha, Juli nanti.
Targetnya sederhana: “Bawa merah‑putih berkibar, sekaligus cari ide green‑chemistry buat industri jamu.” Ia tengah meneliti katalis enzim temulawak untuk sintesis ester ramah lingkungan.
Di akhir sesi sambutan, Tania menegaskan, “Sains itu buat semua gender. Jangan takut tampil geek karena geek is chic kalau lo passionate.”
Kata‑kata itu diikuti standing ovation momen yang mungkin kelak dikenang sebagai titik bangkitnya generasi ilmuwan muda Bali.