Halo bro and sis, ada info baru nih daeri daerah Yogyakarta, 11 Mei 2025! Lampu merah‑jingga menyapu wajah 18 pemain Teater Ganesha SMAN 8 Yogyakarta saat tirai Festival Teater Pelajar Nasional 2025 menutup.
Mereka baru saja diumumkan sebagai Juara Umum lewat pementasan orisinil “Suara dari Pinggiran” drama 75 menit tentang remaja kampung kumuh yang memprotes relokasi paksa.
Naskah Lahiran Tengah Malam
Sutradara muda Safira Hanum (16) menulis naskah sambil begadang selepas UTS. “Gue pengen isu sosial dibahas lugas, tapi tetap ringan,” ujarnya.
Dia memadukan bahasa Jawa‑Ngapak, rap acapella, dan tarian kontemporer. Enam bulan latihan, 4 panggung uji coba, dan 12 kostum recycle dari karung goni total biaya produksi hanya Rp 2,5 juta hasil garage sale OSIS.
Pertunjukan nggak berhenti di panggung. Setelah menang, tim menginisiasi Gerakan 1 Tiket = 1 Bibit; seluruh honor pentas road‑show akan dibelikan bibit pohon untuk permukiman bantaran sungai. “Seni boleh idealis, tapi harus berdampak,” kata Safira.
Bimbingan & Mental Baja
Pembina, Pak Teguh, menekankan pentingnya riset lapangan sebelum akting. “Mereka sempat wawancara warga kampung Code supaya dialog terasa hidup.”
Di final, sound‑system tiba‑tiba mati; para pemain lanjut bernyanyi tanpa musik momen itulah yang bikin juri memberi nilai plus “kedewasaan panggung”.
“Jangan takut angkat isu berat kita cuma perlu bahasa yang dekat,” tutup Safira di tengah gemuruh standing ovation.