By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Hipertensi Mengintai Anak Muda, 1 dari 10 Usia 18-24 Tahun Alami Tekanan Darah Tinggi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Hipertensi Mengintai Anak Muda, 1 dari 10 Usia 18-24 Tahun Alami Tekanan Darah Tinggi

Kesehatan

Hipertensi Mengintai Anak Muda, 1 dari 10 Usia 18-24 Tahun Alami Tekanan Darah Tinggi

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan lagi penyakit yang hanya dialami usia lanjut. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada usia 18–24 tahun mencapai 10,7 persen, berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter.

Contents
Provinsi dengan Angka Hipertensi TertinggiPentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat

Lebih tinggi lagi, pada kelompok usia 25–34 tahun, angka prevalensinya menyentuh 17,4 persen. Temuan ini memicu kekhawatiran baru karena hipertensi pada usia muda sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas, sehingga sulit terdeteksi tanpa pemeriksaan rutin.

Data SKI 2023 juga mengungkap kesenjangan signifikan antara jumlah kasus hipertensi yang terdeteksi lewat diagnosis dokter dan hasil pengukuran langsung. Pada kelompok usia 18–24 tahun, hanya 0,4 persen yang tercatat memiliki hipertensi berdasarkan diagnosis dokter. Sementara pada usia 25–34 tahun, hanya 1,8 persen yang terdiagnosis, jauh lebih rendah dari hasil pengukuran.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, fenomena ini menandakan adanya ketidaksadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka sendiri.

“Terdapat celah pengetahuan status hipertensi di masyarakat, terjadi perbedaan lebih dari 20 persen antara prevalensi berdasarkan diagnosis dokter dan hasil pengukuran tekanan darah, baik pada penduduk umur lebih dari 15 tahun maupun lebih dari 18 tahun,” ujarnya, Senin (16/6/2025).

Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, generasi muda Indonesia berada pada rentang usia 16 hingga 30 tahun. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI mengelompokkan remaja hingga dewasa muda dalam usia 15 hingga 24 tahun. Dalam konteks ini, tingginya angka hipertensi di kelompok usia muda patut menjadi perhatian serius.

Hipertensi bukan penyakit ringan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menjadi penyebab utama berbagai penyakit berat seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, hingga kerusakan ginjal.

Dalam SKI 2023, status hipertensi ditentukan melalui dua indikator, pengakuan pernah didiagnosis oleh dokter dan hasil pengukuran tekanan darah rata-rata dengan tekanan sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan diastolik ≥90 mmHg.

Untuk penduduk usia lebih dari 15 tahun, prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran mencapai 29,2 persen, namun hanya 8 persen yang terdiagnosis oleh dokter. Sedangkan untuk usia lebih dari 18 tahun, angka pengukuran mencapai 30,8 persen, dengan diagnosis dokter hanya 8,6 persen.

Baca Juga :

Kerja Keras di Balik Tiga Kemenangan Beruntun Persija. Intensitas Latihan, Rotasi Cerdas, Mental Juara
Uniknya Cara Santri di Boyolali Mengingat Perjuangan Para Pendahulu dengan Ngaji Senthir

Provinsi dengan Angka Hipertensi Tertinggi

SKI 2023 juga mencatat provinsi-provinsi dengan tingkat hipertensi tertinggi di Indonesia. Untuk penduduk usia di atas 15 tahun, tiga besar provinsi dengan prevalensi tertinggi adalah:

  • Kalimantan Tengah (38,7 persen)
  • Kalimantan Selatan (34,1 persen)
  • Jawa Timur (32,8 persen)

Sementara itu, untuk penduduk usia di atas 18 tahun, prevalensinya tertinggi di:

  • Kalimantan Tengah (40,7 persen)
  • Kalimantan Selatan (35,8 persen)
  • Jawa Barat (34,4 persen)

Pentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat

Tingginya prevalensi hipertensi pada usia muda menjadi peringatan penting akan urgensi deteksi dini dan edukasi kesehatan sejak dini. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin, aktivitas fisik yang cukup, serta pola makan seimbang dan rendah garam adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi serius akibat hipertensi.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Anak MudaDarah Tinggihipertensi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 24 Tim Adu Skill di Grassroots Football Festival Turunminum 2025, Ini Daftar Juara dan Top Skor!
Next Article Aktif Sejak Dini Pengaruhi Kesehatan Mental Saat Remaja
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index