INVERSI.ID – Orang tua disarankan untuk terus mendorong anak-anak mereka agar aktif secara fisik sejak dini. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa menjaga kebugaran sejak masa kanak-kanak dapat membantu menurunkan risiko stres dan depresi saat remaja.
Dilansir dari Medical Daily, Senin (16/6), peneliti menemukan bahwa kebugaran fisik, terutama kebugaran kardiorespirasi dan motorik, berperan penting dalam mendukung kesehatan mental remaja. Studi ini semakin relevan di tengah meningkatnya angka remaja yang mengalami depresi, stres, dan kecemasan yang diperkirakan memengaruhi sekitar 25–30 persen anak muda.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sports Medicine menelusuri hubungan antara kebugaran masa kecil dan kesehatan mental di usia remaja. Studi ini melibatkan 241 peserta yang diikuti selama delapan tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki kebugaran kardiorespirasi yang baik dan aktif secara fisik sejak kecil cenderung mengalami tingkat stres dan depresi yang lebih rendah saat remaja.
Selain itu, kebugaran motorik yang meliputi keterampilan seperti kelincahan, koordinasi, dan keseimbangan juga dikaitkan dengan peningkatan kemampuan kognitif dan penurunan stres. Namun, dampaknya terhadap gejala depresi tidak sekuat manfaat kebugaran kardiorespirasi.
“Temuan kami menyoroti pentingnya mengukur berbagai aspek kebugaran fisik dalam penelitian mengenai kognisi dan kesehatan mental anak dan remaja,” tulis para peneliti.
Waktu Main Gawai Juga Punya Peran
Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya mengurangi waktu bermain gawai untuk aktivitas rekreasi. Para peneliti menilai bahwa paparan berlebihan terhadap layar dapat memengaruhi hubungan antara kebugaran fisik dan kesehatan mental.
“Mempromosikan aktivitas fisik dan mengurangi screen time bisa menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesehatan mental dan fungsi kognitif pada remaja,” jelas para peneliti.
Ajakan untuk Orang Tua dan Sekolah
Penulis utama studi, Eero Haapala, menekankan pentingnya dukungan menyeluruh dari keluarga, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam membentuk kebiasaan sehat sejak dini.
“Seluruh masyarakat harus mendukung pengembangan kebugaran fisik anak dan remaja melalui peningkatan partisipasi dalam aktivitas fisik di sekolah, waktu luang, hingga dalam hobi,” ujar Haapala.
Penelitian ini menjadi pengingat penting bahwa kebiasaan aktif di masa kecil tidak hanya baik untuk fisik, tapi juga berdampak besar terhadap mental dan prestasi belajar saat remaja.***