By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Aktif Sejak Dini Pengaruhi Kesehatan Mental Saat Remaja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Aktif Sejak Dini Pengaruhi Kesehatan Mental Saat Remaja

Kesehatan

Aktif Sejak Dini Pengaruhi Kesehatan Mental Saat Remaja

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi kesehatan mental. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Orang tua disarankan untuk terus mendorong anak-anak mereka agar aktif secara fisik sejak dini. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa menjaga kebugaran sejak masa kanak-kanak dapat membantu menurunkan risiko stres dan depresi saat remaja.

Contents
Waktu Main Gawai Juga Punya PeranAjakan untuk Orang Tua dan Sekolah

Dilansir dari Medical Daily, Senin (16/6), peneliti menemukan bahwa kebugaran fisik, terutama kebugaran kardiorespirasi dan motorik, berperan penting dalam mendukung kesehatan mental remaja. Studi ini semakin relevan di tengah meningkatnya angka remaja yang mengalami depresi, stres, dan kecemasan yang diperkirakan memengaruhi sekitar 25–30 persen anak muda.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sports Medicine menelusuri hubungan antara kebugaran masa kecil dan kesehatan mental di usia remaja. Studi ini melibatkan 241 peserta yang diikuti selama delapan tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki kebugaran kardiorespirasi yang baik dan aktif secara fisik sejak kecil cenderung mengalami tingkat stres dan depresi yang lebih rendah saat remaja.

Selain itu, kebugaran motorik yang meliputi keterampilan seperti kelincahan, koordinasi, dan keseimbangan juga dikaitkan dengan peningkatan kemampuan kognitif dan penurunan stres. Namun, dampaknya terhadap gejala depresi tidak sekuat manfaat kebugaran kardiorespirasi.

“Temuan kami menyoroti pentingnya mengukur berbagai aspek kebugaran fisik dalam penelitian mengenai kognisi dan kesehatan mental anak dan remaja,” tulis para peneliti.

Waktu Main Gawai Juga Punya Peran

Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya mengurangi waktu bermain gawai untuk aktivitas rekreasi. Para peneliti menilai bahwa paparan berlebihan terhadap layar dapat memengaruhi hubungan antara kebugaran fisik dan kesehatan mental.

“Mempromosikan aktivitas fisik dan mengurangi screen time bisa menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesehatan mental dan fungsi kognitif pada remaja,” jelas para peneliti.

Ajakan untuk Orang Tua dan Sekolah

Penulis utama studi, Eero Haapala, menekankan pentingnya dukungan menyeluruh dari keluarga, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam membentuk kebiasaan sehat sejak dini.

Baca Juga :

Prabowo: Lebih dari 44 Juta Warga Sudah Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
BNPB Berpacu dengan Cuaca, Hujan Tinggi Tantangan Pemulihan Listrik di Tapanuli Utara

“Seluruh masyarakat harus mendukung pengembangan kebugaran fisik anak dan remaja melalui peningkatan partisipasi dalam aktivitas fisik di sekolah, waktu luang, hingga dalam hobi,” ujar Haapala.

Penelitian ini menjadi pengingat penting bahwa kebiasaan aktif di masa kecil tidak hanya baik untuk fisik, tapi juga berdampak besar terhadap mental dan prestasi belajar saat remaja.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Kesehatan Mentalremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Hipertensi Mengintai Anak Muda, 1 dari 10 Usia 18-24 Tahun Alami Tekanan Darah Tinggi
Next Article Siap Bersaing Global, Harita Nickel Latih Pemuda Pulau Obi Kuasai Bahasa Mandarin
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index