By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Prabowo: Lebih dari 44 Juta Warga Sudah Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Prabowo: Lebih dari 44 Juta Warga Sudah Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

MBGTerkini

Prabowo: Lebih dari 44 Juta Warga Sudah Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
6 Min Read
Dok. Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka. (Foto: KSP)
SHARE

INVERSI.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencatat capaian besar. Dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang digelar di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat malam, Presiden menyampaikan bahwa program tersebut telah mencapai angka 44 juta penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Capaian itu sekaligus menunjukkan bahwa program ini mulai bergerak dalam skala masif dan memberikan dampak nyata bagi banyak keluarga.

Contents
Produksi Mencapai 2 Miliar Porsi: Lebih Besar dari Proyeksi AwalKolaborasi Nasional Menjadi Kunci Berjalannya Program

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa para penerima manfaat program MBG terdiri dari ibu hamil, balita, hingga para siswa di jenjang sekolah. Menurutnya, kelompok tersebut adalah bagian penting yang harus dijaga kesehatannya, karena menentukan kualitas generasi Indonesia di masa mendatang.

“Kita sudah mencapai kalau tidak salah hari ini lebih dari 44 juta penerima manfaat anak-anak kita di seluruh Indonesia, ibu-ibu hamil, anak-anak usia dini,” kata Prabowo.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa salah satu fokus utama program ini adalah penguatan SDM sejak dini melalui asupan makanan bernutrisi yang terukur dan diawasi dengan ketat. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko malnutrisi yang selama ini masih menjadi tantangan besar di sejumlah daerah.

Produksi Mencapai 2 Miliar Porsi: Lebih Besar dari Proyeksi Awal

Dalam laporannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya berhasil memperluas jangkauan penerima, namun juga melampaui target awal terkait jumlah porsi makanan yang diproduksi dan dibagikan. Produksi yang dihasilkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah mencapai lebih dari 2 miliar porsi.

Angka tersebut jauh di atas estimasi awal yang diproyeksikan sebesar 1,8 miliar porsi. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem pelaksanaan program berjalan lebih cepat dari prediksi, baik dari sisi penyediaan bahan pangan maupun proses distribusinya.

“Tiap hari menerima makan, sudah 2 miliar ‘meals’, 2 miliar makanan sudah kita produksi dan sudah kita sampaikan ke penerima manfaat. Saya kira ini prestasi yang cukup membanggakan,” kata Prabowo.

Pencapaian ini memberi gambaran bahwa Indonesia sedang membangun sistem distribusi makanan berskala nasional yang terorganisir. Selain itu, keberhasilan tersebut juga menandakan kemampuan pemerintah dalam memastikan rantai pasokan pangan bergerak dengan cekatan dan terkoordinasi.

Program MBG sendiri dioperasikan dengan konsep yang mendorong pemanfaatan produk lokal. Di banyak daerah, SPPG bekerja sama dengan UMKM, petani, dan penyedia pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan harian program ini. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di sektor pangan.

Baca Juga :

Arab Saudi Jaga Gengsi Asia! Tahan Uruguay di Pentas Piala Dunia
Kesempatan Emas Beasiswa Kuliner ke Singapura untuk Pelajar Indonesia

Skema seperti ini juga menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih berkelanjutan, karena permintaan terhadap bahan makanan segar seperti sayuran, telur, daging, dan buah menjadi lebih stabil. Dengan begitu, program MBG tidak hanya memperbaiki tingkat gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah.

Kolaborasi Nasional Menjadi Kunci Berjalannya Program

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah hingga institusi ekonomi. Ia mengakui bahwa banyak tokoh penting dalam perekonomian nasional turut membantu, terutama dalam memastikan program berjalan dengan terstruktur.

Presiden juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para menteri yang hadir dalam acara tersebut. Baginya, sinergi dalam kabinet dan seluruh pemangku kebijakan menjadi fondasi utama untuk memastikan setiap program prioritas mampu dieksekusi secara efektif.

Salah satu lembaga yang mendapat perhatian khusus dalam sambutan tersebut adalah Badan Gizi Nasional (BGN). Presiden menilai BGN memegang peran penting dalam mengawal operasional program MBG di lapangan, mulai dari pengawasan kualitas pangan hingga pendistribusiannya.

“Saya terima kasih, saya mendapat suatu takdir yang baik, saya dibantu oleh orang-orang hebat yang membantu saya. Sehingga yang kita capai ini adalah hasil kita semua,” kata Presiden.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa program berskala nasional seperti MBG tidak akan berhasil tanpa kolaborasi menyeluruh. Setiap komponen memiliki perannya masing-masing dalam memastikan pangan bergizi dapat dinikmati oleh para penerima manfaat setiap hari.

Selain itu, implementasi MBG juga membawa tantangan logistik yang tidak kecil. Indonesia memiliki kondisi geografis yang beragam, yang membuat distribusi makanan perlu dilakukan dengan strategi berbeda di setiap daerah. Daerah terpencil, wilayah dengan akses jalan terbatas, hingga kondisi cuaca tertentu menjadi aspek yang menuntut koordinasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Peran BGN, SPPG, dan pemerintah daerah menjadi sangat penting dalam menutup celah-celah tantangan tersebut. Tanpa jaringan yang kuat, produksi pangan sebesar miliaran porsi tidak akan sampai kepada para penerima dengan cepat dan tepat waktu.

Capaian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah tengah membangun sistem intervensi gizi yang menyasar masyarakat secara langsung, bukan sekadar memberikan bantuan dalam bentuk program temporer. Lewat program ini, ada upaya jangka panjang yang sedang dibangun, yakni menciptakan generasi muda Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan mampu bersaing.

Jika program ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan, bukan tidak mungkin Indonesia memiliki model intervensi gizi yang menjadi rujukan banyak negara berkembang lainnya.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:MBGPrabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ribuan supporter Persija, The Jakmania meriahkan Ulang ahun ke-79 Persija di Bundaran HI. Jum'at (28/11/2025). (Foto: Instagram/Pakindro) Ribuan Jakmania Padati Bundaran HI untuk Rayakan HUT ke-97 Persija Jakarta
Next Article Pemerintah Indonesia menggelar Operasi Tanggap Darurat Nasional untuk menangani bencana banjir dan tanah longsor beberapa daerah di pulau Sumatra. Jum'at (28/11/2025). (Foto: Dok. Sekretariat Presiden) Pemerintah Gelar Operasi Tanggap Darurat Nasional untuk Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index