By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Boba dan Mie Pedas: Gaya Hidup Hits Anak Muda yang Bisa Ancam Kesehatan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Boba dan Mie Pedas: Gaya Hidup Hits Anak Muda yang Bisa Ancam Kesehatan

Kesehatan

Boba dan Mie Pedas: Gaya Hidup Hits Anak Muda yang Bisa Ancam Kesehatan

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Fenomena tren makanan viral seperti boba, mie pedas, dan makanan instan lainnya kini semakin marak di kalangan remaja dan mahasiswa. Di balik kepopulerannya, tren ini dinilai dapat berdampak buruk pada kesehatan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan oleh Roswita Bengang, S.K.M., staf gizi sekaligus pengelola promosi kesehatan di Puskesmas Maliang, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor. Ia menyebutkan bahwa jenis makanan tersebut sudah menjadi konsumsi harian bagi sebagian besar anak muda.

“Makanan seperti boba, mie pedas, dan makanan instan lainnya menjadi konsumsi harian sebagian besar remaja dan mahasiswa,” ujar Roswita, Kamis (26/6).

Menurutnya, tren ini tidak hanya dipicu oleh pengaruh media sosial, tetapi juga oleh tekanan dari lingkungan pertemanan.

“Teman sebaya bisa saling mempengaruhi untuk mencoba makanan yang sedang tren, tanpa memikirkan dampaknya,” tambahnya.

Roswita menegaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori namun rendah serat dan gizi ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya adalah obesitas, gangguan pencernaan, hingga kekurangan vitamin dan mineral penting.

Dampak tersebut tak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga bisa mengganggu konsentrasi belajar dan menurunkan produktivitas akademik.

“Kalau sudah mengalami gangguan kesehatan, tentu konsentrasi belajar terganggu, prestasi menurun, dan aktivitas kampus pun jadi terganggu,” jelasnya.

Untuk itu, Roswita mengajak anak muda agar lebih bijak dalam memilih makanan. Mengikuti tren, menurutnya, sah-sah saja selama tetap memperhatikan pola makan yang sehat dan bergizi.***

Baca Juga :

Kasus Suap Pajak PT Wanatiara Persada Bergulir, Gubernur Sherly Masuk Radar KPK
5 Destinasi Terbaik untuk Pekerja Remot dengan Gaji Dolar

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Anak MudaMakanan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Zodiak Hari Ini: Waktunya Healing atau Gas Pol Bareng Bestie?
Next Article Makassar Creative Hub Resmi Diluncurkan, Ruang Gratis untuk Anak Muda Berkarya dan Siap Kerja
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index