INVERSI.ID – Dafa Aziz Firmansyah, siswa SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, mencatat prestasi luar biasa dengan menjadi lulusan terbaik Angkatan V tahun ajaran 2024/2025. Lebih membanggakan lagi, Dafa berhasil diterima di 14 universitas ternama luar negeri dan memilih melanjutkan studi di University of Sydney, Australia.
Dalam acara pelepasan siswa yang berlangsung Sabtu (28/6), Dafa mendapat kehormatan menyampaikan pidato mewakili angkatan. Dengan suara penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaiannya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga. Saya satu-satunya dari enam bersaudara di keluarga saya yang bisa melanjutkan kuliah,” ujar Dafa kepada awak media.
Lolos ke 14 Kampus Ternama Dunia
Dafa diterima di delapan universitas di Australia, antara lain:
- University of Sydney (Advanced Computing)
- UNSW Sydney (Electrical Engineering)
- Monash University (Applied Data Science)
- The University of Queensland (Bachelor of Engineering)
- RMIT University (Civil and Infrastructure Engineering)
- University of Adelaide (Electrical & Electronic Engineering)
- Curtin University (Mining Engineering)
- University of Western Australia (Computer Science)
Ia juga lolos seleksi di empat universitas Amerika Serikat: Cleveland State University, University of New Orleans, La Roche University, dan Saint Louis University, serta di Wageningen University & Research, Belanda, dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
“Saya memilih University of Sydney karena program Advanced Computing-nya masuk peringkat tertinggi secara global,” jelasnya.
Anak Petani dengan Semangat Juang Tinggi
Dafa merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai petani di sawah milik keluarga, sementara saudara-saudaranya tidak ada yang sempat mengenyam pendidikan tinggi. Lulusan SMPN 1 Cipari, Cilacap ini diterima di SMA CT Arsa Foundation pada tahun 2022 dan berhasil menempuh pendidikan selama tiga tahun dengan penuh perjuangan.
Ia sempat nyaris menyerah saat sang ayah sakit, namun semangat dari keluarga, terutama ibunya, membuat Dafa tetap bertahan.
“Masalah finansial itu bukan alasan untuk berhenti. Kita tak perlu takut bersaing dengan banyak anak berprestasi. Yang paling penting adalah melawan diri sendiri,” ujar Dafa penuh makna.
Haru dan Bangga dari Orang Tua
Di momen perpisahan siswa, sang ibu, Suarti, hadir langsung meski ayah Dafa tak bisa datang karena kondisi kesehatan. Ia mengaku bangga dan terharu atas pencapaian anaknya.
“Alhamdulillah, kami bangga punya anak seperti Dafa. Terima kasih kepada Pak Chairul Tanjung dan CT Arsa Foundation yang telah membimbing anak saya hingga bisa kuliah di luar negeri,” ujarnya.
Suarti juga menyebut bahwa Dafa sejak kecil dikenal rajin belajar, suka mengaji, dan patuh kepada orang tua.
Apresiasi dari Ketua Yayasan CT Arsa Foundation
Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Dafa. Menurutnya, pendidikan yang baik dan peran orang tua yang kuat menjadi fondasi utama kesuksesan siswa.
“Siapapun berhak sukses. Ayah Dafa seorang petani, ibunya mengajarkan budi pekerti yang baik. Didikan keluarga yang penuh kasih sayang, ditambah pendidikan ketat dan disiplin di CT Arsa Foundation, membuat Dafa bisa mencapai titik ini,” kata Anita.
“Dari ribuan pendaftar, Dafa bisa lolos dan kini terbukti mampu bersaing di level dunia,” tutupnya.***