INVERSI.ID – Tepat pada 20 Oktober 2025, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun. Di tengah berbagai tantangan global dan domestik, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama yang digarap serius. Lewat pendekatan yang berfokus pada penguatan peran guru dan murid, pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun fondasi pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
Sejak awal masa pemerintahan, Prabowo-Gibran mengusung visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.” Pendidikan menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi tersebut. Pemerintah menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia tidak bisa dibangun tanpa memperkuat ekosistem pendidikan, terutama lewat guru sebagai ujung tombak dan murid sebagai generasi penerus.
6 Program Prioritas Kemendikdasmen di Tahun Pertama
Dilansir dari Bisnis.com, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan enam program prioritas selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran:
- Peningkatan Kesejahteraan Guru
Pemerintah menaikkan tunjangan dan mempercepat proses sertifikasi guru, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). - Bantuan Lanjut Studi S1/D4 untuk Guru dan Tenaga Kependidikan
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi akademik guru agar mampu menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. - Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda
Dua model sekolah ini dikembangkan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil. - Digitalisasi Pendidikan
Pemerintah memperluas akses internet dan perangkat belajar digital ke lebih dari 10.000 sekolah di seluruh Indonesia. - Perbaikan Infrastruktur Sekolah
Renovasi dan pembangunan sekolah dilakukan secara masif, terutama di wilayah rawan bencana dan minim fasilitas. - Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)
Strategi ini menekankan pada percepatan hasil pendidikan lewat intervensi langsung ke guru dan murid.
Baca Juga : https://inversi.id/presiden-prabowo-tekankan-pendidikan-sebagai-fondasi-masa-depan-indonesia/
Guru sebagai Pilar Transformasi Pendidikan
Salah satu fokus utama Prabowo-Gibran adalah memperkuat peran guru sebagai agen perubahan. Pemerintah menyadari bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas pengajar. Oleh karena itu, berbagai pelatihan, insentif, dan program pengembangan profesional digulirkan.
Menurut DetikEdu, tunjangan guru honorer dan sertifikasi guru mengalami peningkatan signifikan di tahun pertama pemerintahan. Selain itu, program “Guru Inspiratif Nusantara” diluncurkan untuk memberi panggung bagi guru-guru inovatif dari berbagai daerah. Pemerintah juga mengubah paradigma pendidikan dengan menjadikan murid sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dirancang agar murid dari latar belakang ekonomi sulit tetap mendapat pendidikan berkualitas.
Menurut KBR.ID, Presiden Prabowo secara langsung meninjau pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) di sekolah-sekolah sebagai bagian dari strategi meningkatkan konsentrasi dan kesehatan murid.
Program pendidikan Prabowo-Gibran mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Komunitas guru, orang tua murid, dan pemerhati pendidikan mengapresiasi langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintah. Namun, sejumlah pihak juga memberikan masukan agar program-program tersebut dijalankan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat populis. Transparansi anggaran dan evaluasi berkala menjadi tuntutan utama dari masyarakat sipil.
Meski banyak capaian, tantangan pendidikan Indonesia masih besar:
- Kesenjangan kualitas antar daerah
- Minimnya literasi digital di kalangan guru
- Kurangnya partisipasi orang tua dalam proses belajar
- Perluasan akses pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus
Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan tahun kedua sebagai fase konsolidasi dan ekspansi. Fokus akan diarahkan pada penguatan kurikulum, pendidikan karakter, dan kolaborasi dengan sektor swasta.
Genap setahun, pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan lewat penguatan peran guru dan murid. Dengan pendekatan yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada hasil, Indonesia bergerak menuju sistem pendidikan yang lebih adil dan bermutu. Pendidikan bukan sekadar program, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dan langkah-langkah yang telah diambil dalam satu tahun terakhir adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.