Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan arah kebijakan yang tegas terhadap sektor pendidikan. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar program, melainkan fondasi utama masa depan bangsa. Pernyataan ini menjadi sorotan dalam Sidang Kabinet Paripurna dan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, di mana pendidikan disebut sebagai penentu apakah Indonesia akan menjadi negara maju atau tetap tertinggal.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara pada 20 Oktober 2025, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pendidikan adalah investasi paling mendasar bagi masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari akses pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Pendidikan adalah penentu apakah bangsa ini akan menjadi negara maju atau tetap miskin,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di Bogor, 2 Mei 2025.
Salah satu terobosan nyata yang telah dilakukan adalah pembangunan Sekolah Rakyat. Dari target 500 sekolah, sebanyak 166 telah resmi beroperasi dan menampung lebih dari 15.000 siswa dari keluarga berpenghasilan rendah. Program ini dirancang untuk menjangkau wilayah tertinggal dan memberikan pendidikan gratis yang berkualitas.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidikan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, dengan fokus pada:
- Peningkatan kesejahteraan guru
- Digitalisasi pembelajaran
- Revitalisasi kurikulum berbasis karakter dan keterampilan abad 21
- Penguatan pendidikan vokasi dan STEM
Presiden Prabowo menyadari bahwa pendidikan adalah jantung dari visi Indonesia Emas 2045. Dalam wawancara dengan media, akademisi Azizil Fikri dari Universitas PGRI Silampari menyebut bahwa kebijakan pendidikan Prabowo menunjukkan arah yang jelas dan berorientasi pada pemerataan serta peningkatan mutu.
Kebijakan ini mencakup:
- Integrasi pendidikan formal dan non-formal
- Penguatan pendidikan karakter dan kebangsaan
- Kolaborasi dengan sektor swasta dan komunitas lokal
- Penyiapan generasi muda untuk ekonomi digital dan industri kreatif
Meski arah kebijakan sudah jelas, tantangan di lapangan masih besar:
- Kesenjangan kualitas antar daerah
- Minimnya akses internet di wilayah 3T
- Ketimpangan kompetensi guru
- Rendahnya literasi digital dan numerasi
- Kurangnya sinergi antara pendidikan dan dunia kerja
Pemerintah perlu mempercepat reformasi birokrasi pendidikan dan memperkuat sistem monitoring serta evaluasi berbasis data.
Pendidikan Digital dan Transformasi Teknologi
Salah satu fokus utama pemerintahan Prabowo-Gibran adalah digitalisasi pendidikan. Pemerintah telah meluncurkan platform pembelajaran daring yang terintegrasi dengan kurikulum nasional, serta memperluas program tablet gratis untuk siswa di daerah terpencil.
Langkah ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan literasi digital
- Memperluas akses pembelajaran mandiri
- Menyiapkan generasi muda menghadapi revolusi industri 4.0
- Mendorong inovasi dan kreativitas di kalangan pelajar
Tabel Capaian Pendidikan Pemerintahan Prabowo-Gibran (2024–2025)
| Program | Capaian 2025 | Target 2026 |
|---|---|---|
| Sekolah Rakyat | 166 sekolah, 15.945 siswa | 500 sekolah, 50.000 siswa |
| Digitalisasi Pembelajaran | 1.200 sekolah terhubung | 5.000 sekolah terintegrasi |
| Kesejahteraan Guru | Insentif naik 15% | Kenaikan bertahap hingga 30% |
| Pendidikan Vokasi | 300 SMK revitalisasi | 1.000 SMK berstandar industri |
Pendidikan Adalah Pilar Utama Masa Depan Indonesia
Pernyataan Presiden Prabowo bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa bukan sekadar retorika, tetapi telah diwujudkan dalam kebijakan nyata. Dengan pembangunan Sekolah Rakyat, peningkatan anggaran, dan digitalisasi pendidikan, arah menuju Indonesia Emas 2045 semakin jelas.
Namun, tantangan masih ada. Pemerintah perlu menjaga konsistensi, memperkuat eksekusi, dan melibatkan semua elemen masyarakat agar pendidikan benar-benar menjadi alat transformasi sosial dan ekonomi. Karena masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini.