JAKARTA – Di tengah tantangan akses pendidikan yang masih dialami oleh banyak anak dari keluarga prasejahtera, kabar baik datang dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kedua lembaga negara ini resmi menjalin kerja sama strategis untuk membuka jalur beasiswa kuliah bagi para lulusan Sekolah Rakyat (SR) adalah sebuah program pendidikan alternatif yang selama ini menjadi harapan bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi sulit.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar wacana. Dengan skema beasiswa yang terintegrasi dan dukungan jaminan kerja, lulusan SR kini memiliki peluang yang sama untuk mengakses perguruan tinggi dan membangun masa depan yang lebih cerah.
Apa Itu Sekolah Rakyat dan Siapa Saja Pesertanya?
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan informal yang digagas oleh Kemensos untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin, anak jalanan, anak pekerja migran, dan kelompok rentan lainnya. Berbeda dari sekolah formal, SR mengusung pendekatan komunitas, fleksibel, dan berbasis kebutuhan lokal.
Peserta SR umumnya adalah anak-anak yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal karena keterbatasan ekonomi, dokumen kependudukan, atau kondisi sosial. Di SR, mereka belajar literasi dasar, keterampilan hidup, dan nilai-nilai kebangsaan dengan metode yang adaptif dan humanis.
Pada 3 November 2025, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama jajaran Kemensos melakukan kunjungan resmi ke kantor Kemendiktisaintek di Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian menyepakati skema hilirisasi pendidikan bagi lulusan SR agar bisa melanjutkan ke jenjang kuliah.
“Ini adalah bentuk keberpihakan negara terhadap anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Kami ingin mereka punya masa depan,” ujar Gus Ipul
Skema beasiswa ini mencakup:
- Biaya kuliah penuh di kampus mitra
- Bantuan biaya hidup selama masa studi
- Pendampingan akademik dan psikososial
- Jaminan kerja setelah lulus melalui program vokasi dan pelatihan kerja
Kemendiktisaintek telah menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta untuk menjadi mitra program ini. Kampus-kampus tersebut akan menerima lulusan SR melalui jalur afirmasi, dengan seleksi yang mempertimbangkan potensi, motivasi, dan latar belakang sosial.
“Seleksi tidak hanya berdasarkan nilai akademik, tetapi juga semangat belajar dan komitmen sosial,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Rachmat Hidayat, dalam konferensi pers bersama Kemensos.
Beberapa kampus yang telah menyatakan kesiapan antara lain Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Politeknik Negeri Semarang.
Program beasiswa ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi alat mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dengan pendidikan tinggi, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan layak, meningkatkan taraf hidup keluarga, dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
Beberapa siswa SR di Sumedang dan Banyuwangi telah mendapatkan jaminan pekerjaan dan beasiswa kuliah. Mereka menjadi inspirasi bagi ribuan anak lain yang sedang menempuh pendidikan di SR.
Selain jalur akademik, Kemensos dan Kemendiktisaintek juga menyiapkan jalur vokasi dan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa SR. Program ini mencakup pelatihan keterampilan seperti tata boga, otomotif, desain grafis, dan pertanian urban.
“Tidak semua anak harus kuliah. Yang penting mereka punya keterampilan dan bisa mandiri,” ujar Gus Ipul dalam sosialisasi daring kepada para kepala sekolah SR
Meski program ini mendapat sambutan positif, ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi:
- Validasi dokumen dan identitas siswa SR
- Adaptasi kurikulum SR dengan standar perguruan tinggi
- Ketersediaan mentor dan pendamping akademik
- Stigma sosial terhadap lulusan pendidikan non-formal
Untuk mengatasi hal ini, Kemensos dan Kemendiktisaintek akan membentuk tim koordinasi lintas kementerian, melibatkan LSM pendidikan, dan membuka ruang partisipasi publik.
Program beasiswa kuliah bagi lulusan Sekolah Rakyat adalah bukti bahwa negara hadir untuk semua. Di tahun 2025, pendidikan bukan lagi hak eksklusif bagi mereka yang mampu, tetapi menjadi jembatan harapan bagi anak-anak dari latar belakang sulit.
Dengan dukungan dari Kemensos, Kemendiktisaintek, kampus mitra, dan masyarakat, kita bisa menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, adil, dan transformatif. Karena setiap anak, tak peduli dari mana ia berasal, berhak untuk bermimpi dan mewujudkannya.