By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Akses Jalan Padang–Bukittinggi Lumpuh Akibat Banjir di Pasar Usang, Batang Anai
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Akses Jalan Padang–Bukittinggi Lumpuh Akibat Banjir di Pasar Usang, Batang Anai

Terkini

Akses Jalan Padang–Bukittinggi Lumpuh Akibat Banjir di Pasar Usang, Batang Anai

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
7 months ago
Share
4 Min Read
Sejumlah warga lokal membantu mengarahkan pengendara jalan untuk berputar arah imbas banjir di daerah Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (27/11/2025). (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Sejumlah warga lokal membantu mengarahkan pengendara jalan untuk berputar arah imbas banjir di daerah Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (27/11/2025). (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)
SHARE

Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat dan kali ini berdampak langsung pada jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi. Genangan air merendam badan jalan di kawasan Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, pada Kamis pagi, 27 November 2025. Akibatnya, seluruh jenis kendaraan tidak dapat melintas dan arus lalu lintas terhenti total.

Sejumlah pengendara yang terjebak di lokasi mengaku tidak dapat melanjutkan perjalanan karena ketinggian air mencapai sekitar 40 hingga 50 sentimeter. Kondisi itu dipicu luapan Sungai Batang Anai yang tidak mampu menahan debit air setelah hujan lebat mengguyur sejak malam sebelumnya.

Salah seorang sopir truk, Doni, mengatakan bahwa ia terpaksa menghentikan kendaraannya sejak pagi hari karena situasi yang tidak memungkinkan untuk diterobos. “Belum bisa dilalui. Saya dan pengendara lain terpaksa berhenti sejak pukul 07.00 WIB tadi,” ujarnya saat ditemui di kawasan Padang Pariaman.

Doni yang berencana mengantarkan 500 tabung elpiji subsidi tiga kilogram ke daerah Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, menyebut bahwa risiko sangat besar apabila memaksakan diri memasuki genangan tinggi tersebut. Menurutnya, sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat mencoba menerobos justru mengalami mogok dan harus mendorong kendaraannya ke tempat yang lebih aman.

Situasi serupa juga dialami Fandi, seorang warga asal Kota Padang yang tengah bertolak menuju Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, untuk tugas peliputan bencana banjir bandang yang terjadi sehari sebelumnya. Namun rencananya tertunda akibat akses di Pasar Usang tidak dapat dilewati. “Tidak bisa dilalui. Kalau dipaksakan, sangat berisiko,” ujar Fandi yang merupakan wartawan LKBN ANTARA.

Di lokasi banjir, sejumlah warga setempat bersama anggota kepolisian berjaga untuk mengatur pergerakan kendaraan dan memberikan imbauan kepada pengendara agar memutar balik ke arah Kota Padang. Kondisi jalan yang sepenuhnya tergenang membuat aparat menilai bahwa tidak ada jalur alternatif yang layak dilalui hingga air surut.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau, Padang Pariaman, kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat. BMKG memperkirakan intensitas hujan tinggi masih dapat terjadi hingga 29 November 2025 sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, dan genangan di titik rawan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut berkaitan dengan keberadaan bibit siklon tropis 95B yang telah terdeteksi sejak 21 November 2025 di kawasan Selat Malaka bagian timur perairan Aceh. Menurutnya, sistem tersebut menyebabkan pola pertemuan massa udara di wilayah Sumatera Barat, diperkuat oleh Indeks Dipole Samudra Hindia (IOD) yang berada pada fase negatif.

“Kondisi ini memicu peningkatan suplai uap air dan kelembapan sehingga membuat atmosfer menjadi lebih labil. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang,” jelas Desindra.

Baca Juga :

Kisah Jemaah Haji Ketiduran dan Tertinggal Rombongan Wukuf di Arafah
5 Rekomendasi Wisata Curug, Segarkan Pikiran Tenangkan Jiwa

Dengan masih tingginya potensi cuaca ekstrem, masyarakat diminta tetap berhati-hati terutama saat melintasi daerah aliran sungai, kawasan perbukitan, maupun jalur utama yang sering tergenang. Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga diimbau memastikan kesiapsiagaan menghadapi dampak lanjutan seperti banjir bandang, rob, maupun tanah longsor.

Hingga saat ini, arus kendaraan menuju Bukittinggi dari Kota Padang masih bergantung pada kondisi surutnya air di Pasar Usang. Aparat kepolisian menegaskan bahwa akses baru akan dibuka kembali apabila kondisi jalan sudah dinilai aman untuk dilalui semua jenis kendaraan.

Baca Juga : https://inversi.id/bnpb-ungkap-dampak-luas-banjir-bandang-dan-longsor-di-sumatera-utara-ribuan-rumah-rusak-warga-mengungsi/

You Might Also Like

Kekacauan di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir
Gol Telat Tangiskan Kongo! Kolombia Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Sebut Produksi Beras dan Jagung Pecahkan Rekor
Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Beri Kemenangan Spesial
Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
TAGGED:BanjirPadangSumatera Barat
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prediksi 2,9 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Korlantas Siapkan Strategi Nataru
Next Article BWF Resmi Ubah Sejumlah Regulasi, Begini Dampaknya ke Turnamen Dunia dan Para-Bulutangkis
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Mati Lampu Terulang Lagi? Bahlil Semprot PLN: Penyakit Lama Sejak 2019 Belum Sembuh

8 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026

11 hours ago
Pildun 2026Terkini

Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia

11 hours ago
Pildun 2026Terkini

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index