By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Alex Geram, Kakaknya Marc Marquez Cedera di MotoGP Mandalika
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Alex Geram, Kakaknya Marc Marquez Cedera di MotoGP Mandalika

Olahraga

Alex Geram, Kakaknya Marc Marquez Cedera di MotoGP Mandalika

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
5 Min Read
Alex Marquez
SHARE

Pada balapan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, insiden dramatis terjadi sejak lap pertama. Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo bernomor 93, mengalami kecelakaan serius setelah terlibat kontak dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia, yang mencoba melakukan overtake di tikungan 7. Akibatnya, Marc Marquez terlempar dari lintasan dan tampak memegangi bahu kanannya setelah keluar dari gravel.

Contents
Analisis Insiden dan Kritik TerselubungAlex Marquez Amankan Podium Meski Diwarnai Drama

Kabar cedera ini tidak luput dari perhatian sang adik, Alex Marquez dari Gresini Racing, yang menyatakan bahwa dia “sangat mencemaskan kondisi Marc.” Dalam konferensi pers di Mandalika, Alex mengungkapkan bahwa ia merasa sedih menyaksikan kakaknya Marc Marquez jatuh dan disayat oleh kecelakaan itu. Ia juga menyebut bahwa manuver Bezzecchi terlalu berani.

“Sejujurnya saja, saya tidak senang saat ini karena saya melihat Marc jatuh, dan saya tahu bahwa kejadian itu sangatlah tidak baik-baik saja baginya. Tapi ini hidup, terkadang harus menerima,” ujar Alex Marquez.

Dalam pernyataannya, Alex tetap mencoba menjaga ketegaran dan menghindari kritik keras terhadap Bezzecchi, mengingat bahwa balapan selalu mengandung risiko dan ruang kesalahan sangat besar. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa insiden ini jelas menjadi titik krusial dalam balapan di tikungan tersebut.


Analisis Insiden dan Kritik Terselubung

Menurut pengamatan Alex dan beberapa pihak, faktor fatal pada kecelakaan Marc Marquez adalah kombinasi kontak manuver dan kondisi gravel trap di tikungan 7. Media otomotif mengangkat bahwa posisi permukaan transisi dari aspal ke gravel, berupa “step” atau perubahan elevasi, dapat memicu tertendangnya Marc Marquez ketika kontak terjadi.

“Sekali Anda jatuh pada titik itu, ketika kecepatan tinggi, apa yang ingin dilakukan pembalap biasanya adalah mengerem atau menahan diri. Tetapi dengan kondisi ground seperti itu, ketika jatuh, bahu kanan mudah sekali terbeban,” ungkap Alex saat melihat rekaman insiden.

Alex sendiri menyampaikan bahwa ia tidak berniat menjatuhkan kritik berlebihan pada Bezzecchi karena ia menyadari bahwa dalam tiap balapan, kesalahan sangat mungkin terjadi. Namun ia juga menegaskan bahwa batas dalam berani overtaking harus diperhitungkan.

“Persentase melakukan kesalahan sangatlah tinggi. Semua orang bisa salah di musim ini, dan rasanya hampir tidak mungkin untuk tidak melakukan kesalahan di semua balapan,” katanya.

Kecelakaan yang menimpa Marc Marquez menjadi salah satu catatan buruk dalam rangkaian balapan musim ini. Ducati sendiri telah mengonfirmasi bahwa Marc Marquez mengalami cedera di tulang selangka kanan (right collarbone) setelah kecelakaan tersebut.

Baca Juga :

Prabowo Subianto Favorit di Kalangan Masyarakat yang Percaya TNI dan Presiden
Bambang Susantono: IKN Jadi Copy Paste Finlandia, Negara Bahagia Nomor Satu Dunia

Alex Marquez Amankan Podium Meski Diwarnai Drama

Walau harus menyaksikan kakaknya mengalami cedera, Alex berhasil menjaga performanya dalam balapan tersebut. Ia finis di posisi ketiga, di belakang rekan setimnya Fermin Aldeguer dan pembalap Red Bull KTM, Pedro Acosta. Ini menjadi salah satu pencapaian penting musim ini baginya, terutama di tengah tekanan emosional yang harus ditanggung saat insiden terjadi.

Kesesuaian performa Alex dalam balapan ini memperlihatkan bahwa ia mampu memisahkan emosinya dari tugas profesional sebagai pembalap. Banyak pihak memuji bahwa meskipun ada “bayang-bayang insiden” yang menimpa kakaknya, Alex tetap tenang dan fokus menyelesaikan perlombaan.

Sementara itu, Marc harus dibawa ke Madrid untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan seberapa parah cedera yang dialaminya. Tim Ducati menyatakan bahwa cedera tersebut memerlukan evaluasi intensif untuk menentukan langkah berikutnya, apakah harus operasi atau pemulihan konservatif.

Kecelakaan dan cedera Marc sudah sempat mengulangi jejak masa lalu di mana Marquez beberapa kali mengalami cedera akibat jatuh di lintasan — khususnya di bagian bahu atau tulang selangka — yang sering mengganggu performanya. ([Motorsport][2])

Alex Marquez, meski menyampaikan kecemasannya, juga menyadari bahwa sebagai pembalap, Romo (sebutan untuk Marc) sudah sering menghadapi kondisi ekstrem dan cedera. Dalam banyak kesempatan, Marc dikenal sebagai pembalap dengan kemampuan fisik dan mental yang kuat dalam menghadapi tekanan dan pemulihan.

Kombinasi antara tragedi dan performa, yang dialami dua bersaudara Marquez dalam satu balapan, membuat kisah Mandalika ini lebih dari sekadar hasil klasemen. Ini menjadi cerita tentang keberanian, kecemasan keluarga dalam olahraga ekstrem, dan bagaimana profesionalisme tetap dijaga meski drama dan cedera turut mewarnai lintasan.

Semoga Marc cepat pulih dan kembali ke lintasan dengan kondisi yang lebih baik. Bagi komunitas MotoGP dan penggemar, insiden ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan, keputusan balap yang hati-hati, dan kualitas infrastruktur lintasan — seperti transisi gravel trap — menjadi elemen vital dalam menentukan nasib para pembalap di setiap sirkuit.

You Might Also Like

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Asian Boxing U19 dan U23 2026: Enam Petinju Indonesia Hadapi Laga Penentuan
Muchova vs Noskova, Final Impian Ceko Tersaji di Wimbledon 2026
TAGGED:Alex MarquezMandalikaMarc MarquezMotoGP 2025
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Siswa MTsN 1 Batam Raih Juara 1 Robot Sumo di Malaysia Siswa MTsN 1 Batam Raih Juara 1 Robot Sumo di Malaysia
Next Article Drama Mandalika: Bezzecchi Senggol Marc Marquez, Aprilia Pastikan Pembalapnya Baik-Baik Saja
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Olahraga

Djokovic vs Sinner, Duel Generasi Berebut Tiket Final Wimbledon 2026

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
Olahraga

Erick Thohir Resmikan Festival Grassroots Piala Presiden 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Usia Dini

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index