By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Badge ‘Open to Work’ Prilly Bikin Riuh: Eksperimen Sosial atau Gimik Iklan?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Badge ‘Open to Work’ Prilly Bikin Riuh: Eksperimen Sosial atau Gimik Iklan?

Hiburan

Badge ‘Open to Work’ Prilly Bikin Riuh: Eksperimen Sosial atau Gimik Iklan?

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
5 months ago
Share
4 Min Read
Prilly Latuconsina saat meraih Piala Citra pemeran pendukung terbaik di 2023. Status "Open to Work" di LinkedIn menuai kritik. (Foto, Antara)
SHARE

JAKARTA- Aktris papan atas Prilly Latuconsina kembali jadi sorotan publik Indonesia setelah menyalakan badge “Open to Work” di akun LinkedIn miliknya — langkah yang pada awalnya dipuji sebagai usaha tulus mencari pengalaman baru, namun kemudian memicu kritik tajam dan tudingan kampanye pemasaran yang dinilai tidak peka terhadap kondisi pencari kerja.

Pada 25 Januari 2026, Prilly mengunggah status “Open to Work” di LinkedIn setelah resmi mengundurkan diri dari rumah produksi Sinemaku Pictures, yang ia dirikan bersama Umay Shahab. Status ini segera menarik perhatian netizen dan profesional: akun LinkedIn-nya kemudian dibanjiri lebih dari 30 ribu permintaan koneksi baru dari berbagai perusahaan, organisasi, dan pelaku usaha. Prilly sendiri menyatakan terkejut dan berterima kasih atas antusiasme tersebut.

Untuk merasakan dunia kerja secara langsung, ia kemudian menjalani pengalaman kerja di luar industri hiburan — menjadi offline sales produk di Summarecon Mall Bekasi, hingga mengaku ingin mencoba interaksi langsung dengan konsumen serta pengalaman naik KRL pada jam sibuk Jakarta.

“Deg-degan banget, karena mereka nawarin aku mulai kerja 30 Januari 2026,” ujar Prilly soal pengalaman barunya sebagai offline sales dikutip dari LinkedIn miliknya.

Reaksi publik awalnya mendukung upaya Prilly keluar dari zona nyaman untuk turun gunung. Banyak netizen dan profesional yang melihat langkahnya sebagai bentuk kerendahan hati dan inspiratif.

Namun, narasi positif itu berubah drastis ketika banyak pengguna media sosial menilai langkah tersebut bukan sekadar eksplorasi diri, melainkan bagian dari strategi pemasaran kampanye produk pasta gigi yang menggunakan status “Open to Work” sebagai properti iklan.

Analisis netizen di Twitter dan Threads menunjukkan komentar yang pedas. Sebagian menyebut aksi itu seperti “prank terhadap jutaan pencari kerja” yang memakai tagar sama demi harapan kerja nyata di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Sejumlah akun bahkan menyindir bahwa pendekatan ini “tidak peka sosial” dan seperti memperolok perjuangan mereka yang benar-benar membutuhkan pekerjaan.

Kritik utama terhadap Prilly bukan pada fakta bahwa ia bekerja, tetapi cara ia memanfaatkan simbol yang sangat lekat dengan perjuangan pencari kerja. Banyak netizen menilai bahwa badge “Open to Work” bagi banyak orang di Indonesia adalah simbol keterdesakan ekonomi, persaingan ketat di pasar kerja, dan harapan untuk bertahan hidup — sesuatu yang jauh berbeda dari pengalaman seorang figur publik mapan.

Di sisi lain, ada pula yang memandang bahwa setiap individu — termasuk figur publik — memiliki hak untuk mengeksplorasi peluang baru dan mencoba pekerjaan di luar bidangnya sebagai bagian dari pertumbuhan pribadi atau strategi pemasaran kreatif.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Amy BMJ, WNA Korea Bongkar Perselingkuhan Suami dengan Tisya Erni
Jadwal Tayang dan Sinopsis Drama Korea The Whirlwind Netflix

Indonesia sedang menghadapi tantangan serius di pasar tenaga kerja, termasuk pertumbuhan penduduk usia produktif, kompetisi ketat di dunia kerja, serta gejolak PHK yang dialami banyak sektor industri — semua ini membuat simbol “Open to Work” menjadi sarat makna bagi jutaan pencari kerja.

Kritik terhadap langkah Prilly menunjukkan bahwa figur publik perlu lebih peka terhadap simbol sosial yang mereka gunakan — terutama ketika simbol tersebut beresonansi kuat dengan isu yang menyangkut perjuangan hidup sehari-hari banyak orang.

Kasus Prilly Latuconsina bukan hanya soal selebritas yang mencari pengalaman baru. Ini tentang sensitivitas sosial, simbol perjuangan pencari kerja, dan bagaimana narasi yang sama dapat berarti sangat berbeda bagi mereka yang hidupnya bergantung pada peluang kerja itu sendiri.

Apakah ini strategi pemasaran yang cerdas, atau langkah yang kebablasan dan kurang empatik? Publik masih terus berdebat — dan mungkin itulah yang membuat cerita ini tetap viral dan jadi pembahasan netizen.

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Prilly Latuconsina Siapkan Program Baru FFI 2026 untuk Cetak Sineas Masa Depan
Film Tanah Runtuh Siap Tayang, Sajikan Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Konflik Poso
Ario Bayu Ungkap Alasan Morgan Oey dan Nirina Zubir Dipilih Jadi Duta FFI 2026
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
TAGGED:Badge "open to work"LinkedinPrilly Latuconsina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tambang Rakyat Naik Kelas! IUP PT Timah Dorong Ekonomi 2.400 Warga Air Risi
Next Article Foto : Harga Emas Hari Ini 3 Februari Merosot Lagi, UBS dan Galeri24 per Gram Jadi Sebegini (Sumber : www.msn.com) Harga Emas Hari Ini! UBS & Galeri24 Turun Lagi, Cek Rincian Terbarunya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

Jakarta Gandeng Netflix, Siap Wujudkan Ambisi Jadi Kota Sinema Asia Tenggara

6 days ago
Film

Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura

6 days ago
Musik

Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat

7 days ago
Musik

Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index