By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bangun Identitas Positif dan Digital Melawan Kekerasan Remaja!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bangun Identitas Positif dan Digital Melawan Kekerasan Remaja!

Pendidikan

Bangun Identitas Positif dan Digital Melawan Kekerasan Remaja!

Adrian
By
Adrian
7 months ago
Share
4 Min Read
Foto : Gubenur Banten Andra Soni menutup kegiatan Pembinaan Profil Pelajar Pancasila dan Deklarasi Pelajar Anti Tawuran di Markas Batalyon Infanteri 203/Arya Kemuning (Sumber Foto : Rmbanten.com)
Foto : Gubenur Banten Andra Soni menutup kegiatan Pembinaan Profil Pelajar Pancasila dan Deklarasi Pelajar Anti Tawuran di Markas Batalyon Infanteri 203/Arya Kemuning (Sumber Foto : Rmbanten.com)
SHARE

Inversi. Penutupan kegiatan Pembinaan Profil Pelajar Pancasila dan Deklarasi Pelajar Anti Tawuran di Markas Batalyon Infanteri 203/Arya Kemuning pada Kamis, 27 November 2025, menandai sebuah momentum krusial bagi pendidikan karakter di Provinsi Banten.

Contents
Solusi Sosiologis: Mengubah Norma Kelompok sebagai Intervensi IntiTantangan Digital: Kecakapan Kritis dalam Literasi Media SosialPendidikan Karakter ala TNI: Disiplin dan Penghormatan Diri

Gubernur Banten, Bapak Andra Soni, secara resmi menutup kegiatan intensif ini, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi dalam membentuk identitas pelajar yang positif, berkarakter, dan anti-kekerasan.

Dalam sambutan penutupnya, Gubernur Andra Soni tidak hanya menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dari Yonif Arya Kemuning atas upaya pembinaan yang berhasil mentransformasi sikap peserta, tetapi juga menyampaikan pesan fundamental bagi para pelajar: “Hormati guru, sayangi teman.” Pesan ini menjadi kristalisasi dari nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila: berakhlak mulia dan bergotong royong.

Solusi Sosiologis: Mengubah Norma Kelompok sebagai Intervensi Inti

Gubernur Andra Soni menyajikan perspektif sosiologis yang mendalam mengenai akar masalah tawuran remaja. Beliau menjelaskan bahwa tawuran bukan sekadar masalah individual, melainkan isu yang didorong oleh dinamika norma kelompok dan identitas kolektif yang destruktif.

“Solusi terbaik untuk mencegah tawuran adalah mengubah norma kelompok dan membangun identitas kolektif yang positif. Melalui kegiatan bersama, seperti festival, dan olahraga, hubungan antar sekolah akan semakin kuat dan rasa permusuhan dapat hilang,” tegas Andra Soni.

Pernyataan ini memiliki makna intelektual bagi anak muda. Ini bukan hanya tentang menaati peraturan, melainkan tentang tanggung jawab kolektif. Pelajar didorong untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang secara aktif merekayasa ulang narasi kelompok mereka dari yang berbasis permusuhan menjadi berbasis kolaborasi.

Intervensi yang efektif adalah yang mengganti ritual agresif dengan aktivitas yang membangun: sebuah pergeseran dari identitas konflik menuju identitas prestasi dan persahabatan.

Tantangan Digital: Kecakapan Kritis dalam Literasi Media Sosial

Isu kekerasan remaja hari ini tak terlepas dari ranah digital. Gubernur menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial (medsos). Medsos sering menjadi arena provokasi digital dan perundungan siber(cyberbullying) yang dengan cepat memicu konflik di dunia nyata.

Bagi generasi Z dan Alpha, literasi digital adalah keterampilan hidup esensial. Ini meliputi kemampuan untuk:

Baca Juga :

Arti Mimpi Melihat Pesawat Jatuh Menurut Primbon Jawa
Bahaya Tersembunyi Anemia Anak dan Cara Cegahnya Sejak Dini
  • Memverifikasi Informasi (Saring sebelum Sharing): Mencegah penyebaran hoaks atau ujaran kebencian yang memicu emosi.
  • Mengelola Emosi Digital: Tidak terpancing oleh provokasi yang disebarkan pihak tak bertanggung jawab.
  • Memahami Jejak Digital: Sadar bahwa segala yang diunggah dapat meninggalkan dampak permanen, merusak reputasi diri dan kelompok.

Pelajar yang mampu mengendalikan emosi dan menggunakan medsos secara positif adalah aktor utama dalam pencegahan kekerasan. Deklarasi yang mereka lakukan, yakni “berani mengatakan tidak untuk tawuran, tidak untuk kekerasan, tidak untuk bullying dan iya untuk masa depan,” merupakan manifestasi dari kematangan resiliensi digital dan karakter.

Pendidikan Karakter ala TNI: Disiplin dan Penghormatan Diri

Pengakuan Gubernur Andra Soni atas keberhasilan pembinaan oleh Yonif Arya Kemuning menyoroti efektivitas pendekatan yang menekankan kedisiplinan dan perubahan sikap. Disiplin yang diajarkan oleh TNI bukan sekadar baris-berbaris, melainkan pembentukan struktur mental yang menghargai waktu, memegang teguh komitmen, dan menghormati hierarki sosial.

Komandan Yonif Arya Kemuning, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, menggarisbawahi prinsip ini: “Pembentukan karakter, hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada sesama.”

Hal ini selaras dengan ajakan Gubernur. Menghormati guru adalah perwujudan ketaatan pada ilmu dan wibawa pengetahuan. Menyayangi teman adalah praktik nyata dari gotong royong dan empati sosial. Kedua prinsip ini, didukung oleh disiplin militer, membentuk pelajar yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan mandiri.

Pemprov Banten berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan karakter, literasi digital, dan ruang-ruang organisasi pelajar sebagai wadah pengembangan diri holistik. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi pelajar Banten, mengarahkan mereka menuju generasi emas yang bebas dari kekerasan dan penuh potensi.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:BangundigitalIdentitaskekerasanKekerasan RemajaPositifremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article BWF Resmi Ubah Sejumlah Regulasi, Begini Dampaknya ke Turnamen Dunia dan Para-Bulutangkis
Next Article Sebanyak sembilan daerah di Provinsi Aceh menetapkan status darurat bencana banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi sejak sepekan terakhir melanda wilayah itu. (Foto: Polres Aceh Utara) Banjir Melanda Beberapa Kabupaten dan Kota di Aceh
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index