By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: BGN Wajibkan SPPG Serap Hasil Peternak & Produsen Daerah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BGN Wajibkan SPPG Serap Hasil Peternak & Produsen Daerah

MBG

BGN Wajibkan SPPG Serap Hasil Peternak & Produsen Daerah

Adrian
By
Adrian
2 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (Sumber : www.bgn.go.id)
Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (Sumber : www.bgn.go.id)
SHARE

Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengeluarkan instruksi strategis bagi seluruh unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia untuk memprioritaskan penyerapan produk pangan lokal dalam penyediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Contents
Memperkuat Ekosistem Peternakan dan Ekonomi DaerahFleksibilitas Menu Berbasis Potensi LokalMewujudkan Ketahanan Pangan yang BerkelanjutanHarapan Bagi Masa Depan Ekonomi Pangan

Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan dampak ganda (multiplier effect), yakni memenuhi kebutuhan nutrisi generasi muda sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat daerah.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangan resminya di Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional harus dimulai dari optimalisasi potensi lokal. Oleh karena itu, setiap mitra pelaksana MBG, baik yang mengelola jaringan koperasi maupun pemasok mandiri, diwajibkan untuk memprioritaskan hasil produksi peternak serta pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) setempat.

“Kami telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh SPPG agar mengutamakan penggunaan produk dan hasil produksi lokal. Hal ini berlaku mutlak untuk seluruh kebutuhan komoditas, termasuk telur yang menjadi salah satu sumber protein hewani utama dalam menu MBG,” ujar Dadan.

Memperkuat Ekosistem Peternakan dan Ekonomi Daerah

Kebijakan ini merupakan manifestasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa keberhasilan Program MBG tidak boleh hanya diukur dari aspek pemenuhan gizi, melainkan juga dari sejauh mana program ini mampu menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa hingga kabupaten.

Penyerapan telur dan bahan pangan lokal dari peternak setempat diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, sekaligus meminimalisasi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah yang sering kali terkendala rantai logistik panjang.

Dadan menilai bahwa produksi telur dalam negeri saat ini memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional Program MBG, asalkan sistem distribusi dan penyerapan dilakukan secara terintegrasi.

“Selama komoditas tersedia di wilayah operasional SPPG dan memenuhi standar kualitas, maka produk lokal itulah yang harus menjadi pilihan utama. Program MBG memang dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” tambahnya.

Fleksibilitas Menu Berbasis Potensi Lokal

Berbeda dengan stigma yang beredar bahwa program ini menggunakan menu yang seragam secara nasional, BGN menekankan pendekatan yang lebih adaptif. Dadan menjelaskan bahwa BGN tidak menetapkan menu nasional yang kaku, melainkan hanya menetapkan standar komposisi gizi sebagai acuan dasar (baseline).

Baca Juga :

Jelang Championship Series Liga 1 Marc Klok Sebut Mindset Jadi Faktor Penting
Ini Strategi Jaga Rupiah Ala Menkeu di Tengah Konflik Iran-Israel

Untuk menjamin kualitas dan kecocokan menu, BGN telah menempatkan tenaga ahli gizi profesional di setiap unit SPPG. Tugas utama para ahli gizi ini adalah menyusun variasi menu yang tidak hanya memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG), tetapi juga disesuaikan dengan kearifan lokal, potensi sumber daya pangan daerah, serta preferensi selera masyarakat setempat.

“Pendekatan kami adalah customized menu. Ahli gizi di setiap SPPG memiliki otoritas untuk merancang menu yang menggunakan komoditas unggulan daerah.”

“Jika suatu daerah penghasil jagung atau ikan air tawar, maka menu yang disusun harus merefleksikan potensi tersebut selama standar gizinya terpenuhi. Hal ini penting agar penerima manfaat tidak bosan dan agar konsumsi pangan lokal semakin meningkat,” jelas Dadan.

Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

Kebijakan wajib serap produk lokal ini membawa implikasi positif bagi ketahanan pangan nasional. Dengan adanya kepastian pasar (captive market) bagi para peternak dan petani, maka produktivitas sektor pangan daerah akan terus terpacu. Hal ini secara jangka panjang akan mengurangi risiko kerentanan pangan akibat fluktuasi harga global atau gangguan rantai pasok eksternal.

Selain itu, keterlibatan aktif pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG juga mendorong peningkatan standar kualitas produksi di tingkat daerah. Untuk dapat memenuhi standar SPPG, peternak dan petani lokal dituntut untuk meningkatkan praktik budidaya yang lebih sehat, higienis, dan terukur.

BGN pun berkomitmen untuk terus membina kemitraan antara SPPG dan komunitas produsen lokal guna menjamin keberlanjutan pasokan yang aman dan berkualitas.

Harapan Bagi Masa Depan Ekonomi Pangan

Program Makan Bergizi Gratis kini tidak hanya dipandang sebagai program kesehatan semata, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi ekonomi pedesaan.

Dengan mengintegrasikan pasokan dari dalam negeri, pemerintah memastikan bahwa dana APBN yang dialokasikan untuk program ini akan terus berputar di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja baru, serta menumbuhkan optimisme bagi sektor peternakan dan pertanian nasional.

Pemerintah optimistis bahwa melalui kolaborasi antara SPPG, ahli gizi, dan produsen lokal, target Indonesia Emas 2045 melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia akan tercapai.

“Kami mengajak seluruh pelaksana program di daerah untuk terus memperkuat kemitraan dengan peternak lokal. Keberhasilan Program MBG adalah keberhasilan bersama dalam mengangkat harkat dan ekonomi masyarakat kita sendiri,” tutup Dadan.

Dengan langkah konkret ini, Program MBG menjadi bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyedia nutrisi, tetapi juga sebagai pendamping bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri
Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi
Polri Perkuat Ketahanan Pangan: Operasikan 828 Dapur Gizi untuk 3,5 Juta Penerima Manfaat
Perkuat Sinergi, BGN Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI demi Akselerasi MBG
TAGGED:BGNDaerahHasil PeternakProdusenProdusen DaerahSPPGWajib
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sejumlah petugas SPPG Cijayanti 2, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyiapkan menu MBG, Kamis (2/10/2025). (Foto : ANTARA/Savira Hazra) 8 Miliar MBG Tersalurkan, Standar Higienitas Jadi Fokus Utama
Next Article Foto : Ilustrasi (Sumber : Inversi.id) Zat Kimia Nitrit Jadi Penyebab Keracunan MBG di Cianjur
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : prabowosubianto.com)
MBG

Fuad Bawazier Optimistis Program MBG Capai Kematangan di Tahun Ketiga

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi program MBG untuk masyarakat indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Partisipasi Publik Kawal Program Strategis: Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi MBG

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG untuk akselerasi bangsa (Sumber : bgn.id)
MBG

Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG Indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Kawal Program MBG, Bali Suarakan Dukungan & Perbaikan Tata Kelola

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index