Inversi Pemerintah Kabupaten Temanggung secara resmi menyatakan sikap strategis dalam mendukung keberlangsungan ekosistem pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
Bupati Temanggung, Agus Setiawan, menegaskan dukungan penuh otoritas daerah terhadap penerapan kebijakan enam hari sekolah bagi satuan pendidikan di wilayahnya.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan teknis, melainkan sebagai upaya konkret pemerintah untuk menjaga eksistensi serta keberlangsungan pendidikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang menjadi pilar pendidikan moral di desa-desa.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Agus Setiawan dalam momentum yang sarat akan nilai historis dan religius, yakni pada acara Apel dan Parade 10.000 Kader Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka memperingati Harlah NU ke-100.
Kegiatan yang memadati Alun-alun Temanggung pada Sabtu pagi (31/01/2026) tersebut menjadi panggung konsolidasi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia tersebut.
Menjaga Marwah Pendidikan Keagamaan di Perdesaan
Dukungan terhadap sistem enam hari sekolah merupakan respons atas kekhawatiran masyarakat mengenai potensi tergerusnya waktu belajar agama di madrasah diniyah jika sistem lima hari sekolah (full day school) diterapkan secara kaku. Bupati Agus Setiawan menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pertimbangan matang dari berbagai aspek, baik sosiologis maupun edukatif.
“Kami Pemerintah Kabupaten Temanggung mendukung sepenuhnya kebijakan enam hari sekolah. Hal ini dilakukan agar pendidikan TPQ dan Madrasah Diniyah di desa-desa tetap dapat berjalan dengan optimal.
Fokus utama kami adalah menyiapkan generasi bangsa yang tidak hanya maju secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi akhlak mulia melalui pendidikan keagamaan yang berkesinambungan,” tegas Bupati Agus Setiawan di hadapan ribuan kader.
Melalui sistem enam hari sekolah, beban belajar harian siswa di sekolah formal menjadi lebih proporsional. Hal ini memberikan ruang bagi para pelajar untuk tetap mengikuti kegiatan mengaji di sore hari tanpa terkendala kelelahan fisik yang berlebihan akibat durasi sekolah formal yang terlalu panjang hingga sore hari.
Sinergi waktu ini dianggap sebagai solusi jalan tengah yang paling efektif untuk mempertahankan tradisi intelektual Islam di wilayah perdesaan Temanggung.
Momentum Kepahlawanan Kiai Subhi dan Restu Ulama
Selain mengenai regulasi pendidikan, Pemerintah Kabupaten Temanggung juga memberikan dukungan penuh terhadap usulan pengangkatan Kiai Subhi sebagai pahlawan nasional.
Kiai Subhi, yang dikenal luas sebagai ulama pejuang dari Temanggung, dianggap memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, terutama melalui diplomasi spiritual dan penguatan mental para pejuang.
Usulan ini mendapat momentum emas setelah kunjungan Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, ke Temanggung pada Kamis pekan lalu. Bupati Agus menilai kehadiran tokoh bangsa tersebut merupakan simbol dukungan moral yang sangat berharga bagi masyarakat Temanggung.
“Kehadiran KH Ma’ruf Amin menjadi wasilah atau perantara agar aspirasi masyarakat mengenai gelar pahlawan nasional bagi Kiai Subhi dapat dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah pusat. Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap sejarah dan keberkahan bagi seluruh warga Temanggung,” lanjut Bupati.
Sinergi Strategis Pemerintah dan Nahdlatul Ulama
Dalam sambutannya, Bupati Agus Setiawan juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nahdlatul Ulama atas peran strategisnya dalam menjaga kondusivitas daerah. Bagi Pemerintah Kabupaten, NU bukan sekadar organisasi massa, melainkan mitra strategis dalam membina umat dan mengawal proses pembangunan daerah.
Pemkab Temanggung berkomitmen untuk terus menguatkan kerja sama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan stabilitas sosial. Bupati mengajak seluruh kader NU untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sinergi ini dianggap krusial, mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut adanya kolaborasi antara umara (pemerintah) dan ulama.
Ketua PCNU Temanggung, KH Muhammad Nurul Yakin, merespons positif dukungan tersebut. Beliau menyampaikan apresiasi kepada pihak eksekutif yang telah memfasilitasi kegiatan besar ini.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memberikan izin, dukungan moril dan materil, serta mengizinkan kami menggunakan Alun-alun Temanggung sebagai pusat kegiatan apel kader ini,” ungkap beliau.
Harapan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Acara yang diikuti oleh ribuan kader dari 20 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan 289 ranting NU se-Kabupaten Temanggung ini dihadiri pula oleh jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Kepala Kemenag, serta badan otonom NU lainnya. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan soliditas kepemimpinan di Kabupaten Temanggung.
Sebagai penutup, Rais PCNU Temanggung, KH Muhammad Furqan Mazhur, memimpin doa bersama untuk keberkahan daerah. Doa tersebut dipanjatkan agar Bupati senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah dalam melayani masyarakat dengan istiqamah, serta agar seluruh warga Temanggung senantiasa hidup dalam kesejahteraan, kerukunan, dan kedamaian di bawah naungan nilai-nilai luhur agama dan negara.