By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Calon Pemimpin di Pilkada Serentak Harus Paham dan Mengenal Karakteristik Psikologis Masyarakat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Calon Pemimpin di Pilkada Serentak Harus Paham dan Mengenal Karakteristik Psikologis Masyarakat

Terkini

Calon Pemimpin di Pilkada Serentak Harus Paham dan Mengenal Karakteristik Psikologis Masyarakat

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Pengamat sosial dari Provinsi Jawa Barat, Badru Yaman mengingatkan bahwa apapun hasilnya nanti, menang dan kalah dalam sebuah kontestasi, kita haruslah bersikap dewasa untuk bisa menghadapi segala kemungkinan tersebut.

“Saya melihat pilkada ini harus disikapi masyarakat secara dewasa. Pada prinsipnya masyarakat harus memilih dengan kesadaran bahwa momen pilkada ini untuk memajukan daerah, ” jelasnya.

Baca juga : Jangan Anggap Remeh, Perhatikan Penyebab Mobil Oleng

Berkaitan dengan proses pendewasaan, masyarakat harus melek dan jangan terbawa arus polarisasi.

“Masyarakat harus diedukasi, siapapun yang menang di pilkada serentak harus dihormati, dan dipilih masyarakat, ” paparnya.

Polarisasi di masyarakat harus dihindari melalui black campaign, hate speech dan berita hoax.

“Intinya mari kita berpolitik dengan gembira, masyarakat harus belajar dari Pilpres 2014, 2019, dan 2024. Karena jika terbawa arus polarisasi itu menormalkan nya lama, ” jelasnya.

Baca juga : Profil Oxford United, Klub Milik Menteri BUMN Promosi ke Championship Lewat Jalur Playoff

Badru berharap, hasil pilkada serentak di seluruh Indonesia bisa menghasilkan pemimpin daerah, tanpa mengorbankan masyarakat.

Baca Juga :

Peparpenas 2025, Atlet Disabilitas Pinrang Siap Harumkan Nama Daerah
Erick Thohir sebut FIFA akan Cek Kelayakan JIS untuk Piala Dunia U-17

Akademisi muda dari Universitas Pasundan, Almadina Rakhmaniar yang merupak Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Unpas mengungkapkan untuk menciptakan pesta demokrasi yang damai dan lancar, maka pemerintah harus terus memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.

“Hal ini penting, karena menjadi salah satu cara terbaik, dimana masyarakat dapat memahami tentang pentingnya Pemilu yang damai dan beradab, ” jelasnya, Sabtu 18 Mei 2024.

Dijelaskan Almadina, dari sudut pandang psikologi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi pemilihan kepala daerah.

Baca juga : 7 Pekerjaan yang Cocok Ditekuni Orang dengan Zodiak Taurus

“Pendidikan politik harus diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilu yang damai & beradab,” jelasnya.

Seperti soal toleransi misalnya, Almadina menilai bahwa toleransi menjadi edukasi yang penting bagi masyarakat.

“Dengan belajar toleransi, masyarakat bisa menghargai perbedaan, dan menghargai proses demokrasi untuk membantu mengurangi konflik saat pilkada serentak, ” paparnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa tak hanya masyarakat yang memikul beban penting dalam menciptakan demokrasi yang damai, namun para tokoh dan calon pemimpin juga memikul tanggungjawab yang sama dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Baca juga : Terinspirasi dari Nenek-Nenek, McDonald’s Luncurkan Grandma McFlurry

“Seyogyanya para kandidat juga fokus pada kampanye positif yang menyoroti visi, misi, dan rencana kerja mereka, serta menghindari kampanye yang memicu perpecahan dan konflik antarpendukung; diperlukan juga forum dialog antara para kandidat agar dapat mengurangi ketegangan dan memperkuat komitmen untuk menjaga iklim pemilu yang kondusif,” papar Almadina.

Ditambahkannya, bahwa salah satu bentuk nyata agar meminimalisir terjadinya konflik di masyarakat meski pilihan politik berbeda, yakni dengan cara memahami karakteristik psikologis masyarakat di setiap daerahnya.

“Para kontestan calon pemimpin ini harus memiliki strategi pengelolaan stres, agar eskalasi emosi tak terjadi, ” terangnya.

Saat Pilkada dimulai, para kandidat juga sebaiknya memahami karakteristik psikologis masyarakat di daerah mereka, memahami kekhawatiran, aspirasi, dan nilai-nilai masyarakat.

Baca juga : Biodata dan Profil Aulia Suci Nurfadila, Lengkap dengan Umur dan Tinggi Badan

“Sebagai masyarakat, perlu juga memahami bahwa pemilu adalah proses demokrasi yang sifatnya sementara. Bahwa perbedaan pilihan menjadi hal yang lumrah dan bukan alasan untuk memecah belah masyarakat. Pemilu menjadi momen penting dan bagian dalam demokrasi, dibutuhkan kerjasama semua pihak, agar dapat menciptakan iklim pemilu yang damai dan menghormati perbedaan pendapat, ” pungkasnya.

Previous Page12

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Profil Oxford United, Klub Milik Menteri BUMN Promosi ke Championship Lewat Jalur Playoff
Next Article Fakta-fakta Pejabat Kemenhub Injak Al-Quran yang Viral hingga Disebut Penistaan Agama
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index