By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Cara Efektif Batasi Gawai Remaja SMA Tanpa Larangan Keras
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cara Efektif Batasi Gawai Remaja SMA Tanpa Larangan Keras

LifeStylePendidikan

Cara Efektif Batasi Gawai Remaja SMA Tanpa Larangan Keras

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
2 Min Read
Ilustrasi Siswa SMA menggunakan HP. (foto: AntaraNews)
SHARE

INVERSI.ID – Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Kasandra Putranto, menyebut orang tua dapat menerapkan pendekatan yang lebih efektif dalam membatasi penggunaan gawai pada remaja tingkat SMA dengan mengedepankan aturan berbasis fungsi dan waktu, bukan larangan emosional atau hukuman.

Kasandra menjelaskan pembatasan berbasis fungsi dapat dilakukan dengan memberi keleluasaan kepada remaja untuk menggunakan gawai untuk keperluan sekolah dan komunikasi sosial pada jam-jam tertentu. Sementara itu, pembatasan berbasis waktu dapat diterapkan dengan menetapkan aturan tidak menggunakan ponsel saat jam makan, jam belajar, dan menjelang waktu tidur.

“Pendekatan ini terbukti lebih efektif dibanding larangan keras, karena remaja merasa dipercaya sekaligus diarahkan,” kata Kasandra Di Jakarta, Selasa (03/02).

Ia menambahkan, orang tua dan remaja juga dapat menyepakati batas waktu layar, misalnya dengan membatasi hiburan digital maksimal dua hingga tiga jam per hari.

Dalam penerapan aturan tersebut, Kasandra menekankan pentingnya transparansi dari orang tua. Orang tua perlu menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat, bukan sekadar melarang tanpa penjelasan. Selain itu, orang tua juga diharapkan mampu menjadi teladan dengan konsisten menjalankan kesepakatan yang telah dibuat, mengingat remaja sangat peka terhadap sikap yang tidak konsisten.

Menurut Kasandra, remaja usia SMA masih membutuhkan pembatasan penggunaan ponsel, meski bentuknya perlu disesuaikan dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Pada fase ini, remaja mengalami peningkatan kemandirian dan pencarian identitas diri, namun secara neurologis kontrol impuls dan kemampuan pengambilan keputusan belum berkembang sepenuhnya.

Kondisi tersebut membuat remaja masih rentan terhadap distraksi, penggunaan berlebihan, hingga ketergantungan digital. Hal ini berkaitan dengan perkembangan prefrontal cortex, bagian otak yang berperan dalam pengendalian diri dan pertimbangan risiko, yang masih terus berkembang hingga usia awal 20-an.

“Pembatasan bukan berarti larangan total, melainkan kerangka aturan yang melatih regulasi diri. Orang tua berperan sebagai pemandu, bukan pengawas mutlak,” kata Kasandra.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
TAGGED:Kesehatan Mental RemajaPembatasan Gawai
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Sekretaris Pemerintah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti (Sumber : www.metrotvnews.com) Strategi Pemprov DIY Mengantisipasi Potensi Ancaman Virus Nipah
Next Article Blok M–Soekarno-Hatta, Rute Baru Transjabodetabek Segera Dibuka
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

LifeStyle

WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon

2 weeks ago
Pendidikan

Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya

2 weeks ago
PendidikanTerkini

Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026

2 weeks ago
Travel

Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index