INVERSI.ID – Ilmuwan Indonesia Carina Joe yang dikenal sebagai salah satu penemu vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca mendorong generasi muda agar berani menekuni bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Menurutnya, peluang besar bagi masa depan bangsa akan terbuka lebar jika semakin banyak anak muda memilih jalur ini.
Ilmuwan Indonesia Carina Joe menegaskan bahwa STEM adalah bidang yang sangat penting bagi Indonesia untuk menghadapi persaingan global. Meski tidak instan dalam memberikan hasil, STEM diyakini mampu mencetak generasi teknokrat yang berperan besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, ilmuwan Indonesia Carina Joe menjelaskan bahwa proses panjang di dunia sains menuntut kesabaran, ketekunan, dan kemampuan problem solving. Ia menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses, dan yang terpenting adalah kemampuan untuk bangkit dan mencoba kembali.
Perjalanan Panjang STEM dan Tantangannya
Carina Joe menekankan bahwa karier di STEM bersifat jangka panjang. Tidak seperti bidang lain yang mungkin lebih cepat menghasilkan, bidang ini menuntut waktu untuk menimba ilmu, melakukan penelitian, serta melewati berbagai kegagalan.
“Kalau berkarya di bidang STEM memang jangka panjang. Tidak seperti bidang sosial atau yang lain yang bisa langsung bekerja dan memiliki pekerjaan dengan gaji tinggi. Di STEM, sekolahnya lama, risetnya pun lama, masih bisa gagal, dan segala macam. Yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ilmuwan adalah resilience,” ungkap Carina Joe.
Carina Joe, yang lahir di Jakarta 36 tahun lalu, menegaskan bahwa kegagalan tidak boleh menjadi alasan untuk mundur. Ia menyebut bahwa ilmuwan harus terbiasa dengan percobaan berulang hingga menemukan hasil terbaik.
“Gagal pun harus coba lagi. Jangan sampai gagal dan mundur. Kalau berhenti di jalan, tidak akan mencapai hasilnya,” tegas Carina Joe, yang kini juga menyandang gelar Guru Besar Kehormatan Universitas Airlangga.
Anak Muda dan Logika dalam STEM
Carina percaya bahwa bidang STEM sangat cocok bagi anak muda yang menyukai logika dan berpikir analitis. Menurutnya, STEM bukan hanya soal teori, tetapi juga latihan problem solving yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk para anak muda yang suka bermain dengan logika, STEM itu eksak. Cabang ilmu ini mengetes problem solving dan logika, yang menurut saya bisa diterapkan dalam hidup sehari-hari maupun pekerjaan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini akses belajar semakin terbuka berkat perkembangan teknologi digital. Mahasiswa bisa menggali ilmu dari berbagai sumber daring, mulai dari kuliah online hingga jurnal ilmiah.
Selain itu, pengalaman langsung seperti magang atau internship juga penting. Dengan terjun langsung, mahasiswa bisa mengetahui apakah mereka benar-benar cocok dengan bidang STEM yang dipilih.
Pentingnya Resilience dalam Dunia Sains
Carina menggarisbawahi bahwa salah satu kunci sukses di bidang STEM adalah resilience atau ketangguhan menghadapi tantangan. Menurutnya, kegagalan adalah bagian wajar dari perjalanan seorang ilmuwan.
Ia mencontohkan bagaimana penelitian vaksin COVID-19 yang menjadi bagian dari perjalanan ilmiahnya juga melewati jalan panjang dengan banyak hambatan. Namun, hasil akhirnya menjadi terobosan besar yang menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
“Kalau berhenti ketika gagal, kita tidak akan pernah tahu hasil akhirnya. Karena itu, resilience menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
STEM dan Indonesia Emas 2045
Carina menutup pesannya dengan menegaskan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan lebih banyak teknokrat. Menurutnya, negara yang ingin menjadi maju harus mengandalkan inovasi dan teknologi.
“Sekarang teknokrat sangat dibutuhkan, karena banyak negara maju membutuhkan inovasi dan teknologi supaya ekonominya naik. Banyak perusahaan teknologi yang sedang dikembangkan, dan ke arah masa depan, pekerjaan akan semakin membutuhkan teknokrat, teknologi, dan inovasi,” tutur Carina.
Pernyataan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, ketika Indonesia menargetkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Untuk mencapainya, dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul, terutama di bidang STEM.
STEM sebagai Investasi Jangka Panjang
Carina mengingatkan generasi muda bahwa memilih jalur STEM memang tidak mudah, namun hasilnya bisa berdampak besar bagi bangsa. Ia menyebut bahwa dunia sains tidak memberikan hasil instan, tetapi setiap langkah yang dilakukan akan menjadi investasi jangka panjang.
“STEM memang membutuhkan kesabaran. Namun, hasil akhirnya bisa mengubah masa depan bangsa. Jadi, jangan takut untuk mencoba dan terus belajar,” kata Carina.
Dengan semakin terbukanya akses pendidikan dan peluang global, anak muda Indonesia memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi melalui STEM. Dukungan pemerintah, universitas, dan industri diharapkan bisa mendorong lebih banyak generasi muda memilih bidang ini.
Kisah ilmuwan Indonesia Carina Joe menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda untuk tidak ragu menekuni STEM. Ia menekankan pentingnya mengenali minat, bersabar menghadapi proses panjang, dan memiliki resilience untuk bangkit dari kegagalan.
Dengan menekuni STEM, anak muda Indonesia bukan hanya membangun karier pribadi, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Masa depan Indonesia, khususnya menuju Indonesia Emas 2045, sangat bergantung pada lahirnya lebih banyak teknokrat, peneliti, dan inovator dari generasi sekarang.