Halo Inversi! Inovasi gila datang dari Bantul. Dua peneliti super-smart dari SMA Negeri 1 Bambanglipuro sukses menciptakan platform digital bernama Vitodijo (Virtual Tour di Candi Ijo).
Karya ini adalah website edukasi berbasis teknologi gambar 360° yang menyajikan studi eksplorasi epigrafis Candi Ijo secara interaktif dan mendalam.
Tim yang diketuai oleh Rafael Galih Novaliando dan beranggotakan Muhammad Ilham Suprapta ini bukan hanya membuat virtual tour biasa, tapi juga sudah mendapatkan perlindungan Hak Cipta (registrasi EC002025170241). Prestasi ini sekaligus mengantarkan mereka sebagai Finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 bidang IPS Sejarah.
GEOGRAPHY HACKS: MENGHANCURKAN HAMBATAN AKSES
Kepala SMAN 1 Bambanglipuro, Suprijadi, S.Sn., M.Sn., bersama guru pembimbing Nuri Rahmawati, S.Pd., menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari problem statement yang nyata: Rendahnya popularitas dan jumlah pengunjung Candi Ijo akibat lokasi yang sulit diakses.
Rafael dan Ilham memanfaatkan teknologi virtual tour sebagai solusi geographical barrier. Ini adalah aplikasi smart dari teknologi digital untuk tujuan pelestarian budaya.
Sekarang, siapa pun dapat “mengunjungi”candi Hindu bersejarah dari abad ke-9 hingga ke-10 itu secara virtual, menghapus hambatan geografis.
TECH & HISTORY FUSION: 3DVISTA DAN EPIGRAFI
Proses riset mereka dilakukan secara mendalam selama enam bulan. Ini bukan proyek asal-asalan, melibatkan:
- Akuisisi Data: Pengambilan gambar 360° menggunakan kamera Insta 360°.
- Validasi: Wawancara dengan Pamong Budaya Balai Pelestarian Budaya Wilayah X.
- Development: Pengolahan data menggunakan software 3D Vista Virtual Tour dan pemrograman web.
Website Vitodijo pun tidak sekadar visual. Ia dilengkapi artikel interaktif yang menjelaskan hasil analisis epigrafis studi mendalam tentang prasasti dan relief candi dalam bahasa yang friendly untuk pelajar dan masyarakat umum. Pengguna bisa menjelajahi sebelas tingkatan latar candi, memahami nilai sejarah dan spiritual Candi Ijo sebagai kuil Dewa Siwa.
Prestasi Tim Jamas SMAN 1 Bambanglipuro membuktikan bahwa Generasi Muda memiliki peran strategis dalam pelestarian warisan budaya. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X dan Kundho Kabudayan DIY pun mengapresiasi inovasi ini, berharap Vitodijo menjadi model pengembangan promosi wisata sejarah yang efektif dan inspiratif bagi akademisi maupun pemerintah.