By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dampak Media Sosial pada Self-Esteem Anak Muda, Antara Motivasi dan Depresi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dampak Media Sosial pada Self-Esteem Anak Muda, Antara Motivasi dan Depresi

LifeStyle

Dampak Media Sosial pada Self-Esteem Anak Muda, Antara Motivasi dan Depresi

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
5 Min Read
Self-Esteem.
SHARE

INVERSI.ID – Media sosial dan self-esteem kini menjadi topik penting dalam kehidupan anak muda. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, hampir semua remaja membuka Instagram, TikTok, atau X (Twitter) untuk mencari hiburan, informasi, bahkan validasi. Meski tampak sepele, penggunaan media sosial dalam intensitas tinggi ternyata berpengaruh besar terhadap bagaimana anak muda menilai dirinya sendiri.

Contents
Mengapa Media Sosial Bisa Mempengaruhi Self-Esteem?Menjaga Keseimbangan antara Media Sosial dan Self-Esteem

Fenomena media sosial dan self-esteem ini diperkuat oleh penelitian yang dimuat dalam Jurnal Buana Komunikasi (2024). Studi tersebut menjelaskan bahwa self-esteem adalah bagaimana seseorang menilai dirinya sendiri, baik dari sisi fisik, kemampuan, maupun pencapaian. Media sosial, dengan segala interaksi yang ditawarkan, bisa meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga berpotensi menurunkannya.

Bagi anak muda, hubungan antara media sosial dan self-esteem terlihat jelas dalam pengalaman sehari-hari. Apresiasi berupa like, komentar, dan jumlah followers sering menjadi tolok ukur kepercayaan diri. Namun, ketika standar sosial yang ditampilkan terlalu tinggi dan tidak realistis, banyak remaja yang akhirnya merasa minder, cemas, hingga depresi.


Mengapa Media Sosial Bisa Mempengaruhi Self-Esteem?

Self-Esteem.

Pertanyaan besar yang muncul adalah mengapa media sosial begitu kuat memengaruhi self-esteem. Menurut penelitian Universitas Islam Negeri (UIN) Malang (2023), remaja cenderung membandingkan diri dengan orang lain di dunia digital. Foto tubuh ideal, pencapaian akademik, hingga gaya hidup mewah sering dijadikan standar sosial, padahal tidak semuanya mencerminkan realitas.

Handspring Health menjelaskan, otak remaja lebih sensitif terhadap penghargaan sosial dibandingkan orang dewasa. Setiap like atau komentar positif bisa memicu rasa percaya diri yang lebih besar. Sebaliknya, kurangnya respon atau munculnya komentar negatif dapat langsung menurunkan harga diri. Sensitivitas ini yang membuat hubungan media sosial dan self-esteem begitu erat.

Meski sering dikritik, media sosial tidak melulu berdampak buruk. Studi dari Society for Psychotherapy (2023) menemukan bahwa media sosial juga bisa menjadi ruang aman bagi remaja untuk mengekspresikan diri. Mereka bisa berbagi karya seni, tulisan, atau cerita pribadi yang tidak sempat ditunjukkan di dunia nyata. Selain itu, terbentuknya komunitas daring berdasarkan minat atau hobi tertentu bisa memperkuat rasa diterima dan mendukung peningkatan self-esteem.

Namun, sisi gelapnya juga tak kalah nyata. Menurut Buletin K-PIN, paparan konten berlebihan dapat menimbulkan body dissatisfaction atau rasa tidak puas terhadap bentuk tubuh. Anak muda yang terbiasa melihat standar kecantikan atau ketampanan tertentu merasa hidupnya kurang berharga. Bahkan, riset Universitas Pancasila (Mindset Journal, 2023) menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang intensif berkorelasi dengan meningkatnya gejala depresi ringan hingga sedang. Validasi eksternal yang terus dicari membuat remaja kehilangan kemampuan menilai dirinya secara objektif.

Dengan kata lain, hubungan media sosial dan self-esteem bisa menjadi pisau bermata dua: memperkuat rasa percaya diri atau justru menjatuhkan.


Menjaga Keseimbangan antara Media Sosial dan Self-Esteem

Kabar baiknya, dampak negatif media sosial terhadap self-esteem bisa diminimalisasi. Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan anak muda untuk tetap sehat secara mental:

Baca Juga :

Hari Ini, 4 Kloter Dijadwalkan Berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi Solo
Arti Mimpi Mantan Pacar Ngajak Balikan Menurut Psikologi
  1. Batasi waktu penggunaan. Menurut Jurnal PPNI, terlalu lama berselancar di media sosial membuat otak kelelahan dan lebih mudah membandingkan diri dengan orang lain. Menetapkan batas waktu (screen time) membantu menjaga fokus dan kesehatan mental.
  2. Konsumsi konten positif. Pilih akun atau komunitas yang memberi motivasi dan semangat, bukan yang justru membuat minder. Mengikuti kreator yang realistis dan inspiratif bisa memperkuat self-esteem.
  3. Bangun self-esteem dari dalam. Penelitian di ResearchGate (2023) menegaskan bahwa harga diri yang stabil lahir dari penerimaan diri. Validasi eksternal memang menyenangkan, tetapi self-esteem yang kuat justru datang dari kemampuan menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
  4. Latih literasi digital. Anak muda harus memahami bahwa tidak semua yang ditampilkan di media sosial sesuai dengan kenyataan. Banyak konten yang melalui proses edit, filter, bahkan rekayasa, sehingga tidak layak dijadikan standar hidup.
  5. Jaga keseimbangan offline. Aktivitas di dunia nyata, seperti olahraga, hobi, atau interaksi langsung dengan teman, tetap penting untuk membangun rasa percaya diri yang sehat. Self-esteem lebih kokoh bila tidak hanya bergantung pada validasi digital.

Media sosial ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia bisa menjadi ruang ekspresi positif yang membangun komunitas dan meningkatkan kepercayaan diri. Namun, di sisi lain, penggunaan berlebihan dan tidak bijak berpotensi mengikis self-esteem generasi muda.

Kuncinya terletak pada keseimbangan. Anak muda perlu menyadari bahwa validasi online tidak selalu mencerminkan nilai diri yang sebenarnya. Dengan pemahaman yang tepat, media sosial bisa tetap menjadi ruang sehat, bukan jebakan yang merusak harga diri.

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
TAGGED:Anak MudaMedia SosialSelf-Esteem
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Video Pendek Hiburan Anak Muda yang Berisiko Brainrot dan Hoaks
Next Article Felicya Angelista Masuk Nominasi TOYP 2025, Bukti Konsistensi dan Kerja Keras Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo

3 weeks ago
Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index