Halo Inversi! Kota Tanjungpinang kembali dipenuhi semangat muda yang membara! Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Kota (POPKOT) 2025, ajang tahunan yang jadi sorotan pelajar dan pecinta olahraga di kota ini.
Acara pembukaan berlangsung megah di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Raja Ariza, Ketua TP-PKK Yuniarni Pustoko Weni, serta Wakil Ketua II DPRD Syarifah Elvyzana.
Turut hadir pula jajaran KONI, perangkat daerah, dan para tokoh olahraga yang ikut menyemarakkan momentum pembinaan atlet muda.
Meriah dengan Defile dan Atraksi Drumband
Sejak pagi, suasana lapangan sudah penuh warna. Ratusan pelajar dari berbagai sekolah tampil dalam defile kontingen, memperlihatkan kekompakan dan semangat juang mereka. Tak hanya itu, penampilan atraksi drumband pelajar juga berhasil menyulut antusiasme penonton.
Puncaknya, upacara pembukaan dan pelepasan balon ke udara menjadi simbol dimulainya kompetisi yang penuh semangat persahabatan dan sportivitas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa POPKOT bukan sekadar lomba antar pelajar, melainkan bagian penting dari pembinaan karakter dan semangat generasi muda.
“POPKOT ini bukan cuma tentang siapa yang menang, tapi tentang semangat, disiplin, dan sportivitas. Ini wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet muda untuk berprestasi lebih tinggi,” tegasnya.
Lis juga mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan di podium, tapi pada proses belajar dan kerja keras yang membentuk mental juara sejati.
66 Sekolah, 7 Cabang Lomba, dan Ribuan Harapan
Menurut Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Ruli Friady, tahun ini POPKOT diikuti oleh 66 sekolah dari berbagai jenjang mulai SD, SMP, hingga SMA sederajat dengan batas tahun kelahiran maksimal 1 Januari 2009.
Kegiatan akan digelar selama 8 hari penuh, menampilkan 7 cabang olahraga keren yang bakal jadi ajang adu bakat dan teknik:
- Sepak bola
- Bola voli
- Bola basket
- Badminton
- Pencak silat
- Tenis meja
- Panahan
Setiap cabang lomba bukan hanya soal medali, tapi juga jadi ruang aktualisasi diri bagi pelajar yang haus prestasi dan pengalaman baru.
Lebih dari sekadar kompetisi lokal, POPKOT 2025 juga diharapkan bisa jadi langkah awal para pelajar Tanjungpinang untuk melangkah ke ajang yang lebih besar mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
Lis berharap lahir atlet-atlet hebat dari ajang ini yang mampu membawa nama Kota Gurindam ke level yang lebih tinggi.
“Kami ingin POPKOT jadi fondasi pembinaan atlet muda. Dari lapangan ini, kita siapkan generasi bermental kuat, kreatif, dan tangguh untuk masa depan olahraga Indonesia,” tutup Lis penuh optimisme.