By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Di Tengah Tekanan Global, PRI Nilai Menteri ESDM Berhasil Pertahankan Kedaulatan Energi RI
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Di Tengah Tekanan Global, PRI Nilai Menteri ESDM Berhasil Pertahankan Kedaulatan Energi RI

EkonomiTerkini

Di Tengah Tekanan Global, PRI Nilai Menteri ESDM Berhasil Pertahankan Kedaulatan Energi RI

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
4 Min Read
Direktur Eksekutif Pusat Riset Indonesia (PRI) Deni Yusup menilai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tak hanya teken perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, tapi juga mampu menjaga harga diri energi nasional. (Foto, Antara/Fianda Sjofjan Rassat)
SHARE

JAKARTA – Pusat Riset Indonesia (PRI) memberikan apresiasi terhadap langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam memastikan kerja sama energi Indonesia–Amerika Serikat tetap berada dalam kerangka kedaulatan nasional usai penandatanganan Perjanjian Perdagangan Indonesia–Amerika Serikat atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, DC pekan lalu.

Direktur Eksekutif PRI, Deni Yusup, menegaskan bahwa diplomasi energi yang dilakukan pemerintah tidak semata membuka akses pasar dan investasi, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam pengelolaan sumber daya strategis.

PRI mencatat sejumlah poin strategis dalam sektor energi, antara lain potensi peningkatan kerja sama perdagangan energi, peluang investasi perusahaan AS di sektor hulu migas, serta kolaborasi dalam agenda transisi energi termasuk pengembangan teknologi carbon capture and storage (CCS).

Menurut Deni, sektor energi adalah tulang punggung kedaulatan ekonomi, sehingga setiap kerja sama harus dirancang dengan kalkulasi jangka panjang.

“Kerja sama energi tidak boleh berhenti pada peningkatan volume impor atau masuknya investasi. Parameter keberhasilannya harus jelas: ada transfer teknologi, ada peningkatan kapasitas SDM nasional, ada penguatan industri penunjang dalam negeri, dan ada kenaikan lifting serta efisiensi produksi,” tegas Deni.

Data Kementerian ESDM menunjukkan, realisasi investasi sektor ESDM sepanjang 2024 mencapai lebih dari USD 30 miliar, dengan subsektor migas berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Sementara itu, target lifting minyak dalam APBN 2025 dipatok sekitar 635 ribu barel per hari, dengan pemerintah terus mendorong optimalisasi blok-blok migas eksisting serta percepatan eksplorasi wilayah kerja baru.

Di sisi transisi energi, Indonesia saat ini memiliki potensi kapasitas penyimpanan karbon yang diperkirakan mencapai ratusan gigaton CO₂ di sejumlah cekungan migas, menjadikannya salah satu kandidat hub CCS regional di Asia Tenggara. Penguatan kerja sama teknologi dengan mitra global, termasuk AS, dinilai penting untuk mempercepat realisasi proyek CCS komersial pertama di Tanah Air.

Deni menilai, dalam konteks inilah peran Menteri Bahlil menjadi krusial: memastikan investasi asing tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan agenda hilirisasi dan penguatan industri domestik.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar energi atau pemasok bahan mentah. Kita harus memastikan setiap kontrak dan skema investasi memperkuat kedaulatan energi dan mempercepat penguasaan teknologi strategis. Ketahanan energi jangka panjang harus menjadi orientasi utama, bukan kepentingan jangka pendek,” ujarnya tajam.

Baca Juga :

Erick Thohir Temani Anak Nonton Konser Suga BTS, Kagum Sepanjang Konser
Erick Thohir Jadi Menpora, 131 Juta Pemuda Jadi Fokus Utama

Secara makro, kontribusi sektor energi dan sumber daya mineral terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam beberapa tahun terakhir konsisten menjadi salah satu penopang fiskal. Di tengah dinamika geopolitik dan volatilitas harga energi global, diplomasi energi berbasis kepentingan nasional dinilai menjadi instrumen strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi.

PRI menekankan bahwa legitimasi kebijakan energi pemerintah perlu dilihat dari pendekatan ilmiah dan keberlanjutan jangka panjang. Apresiasi yang diberikan lembaga riset tersebut menjadi validasi akademik bahwa kerja sama energi internasional, termasuk dalam skema G-to-G dengan Amerika Serikat, tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritas tertinggi.

Dengan pendekatan tersebut, Deni menyebut kebijakan energi di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil tidak hanya bersifat pragmatis, tetapi juga memiliki fondasi strategis untuk memperkuat kedaulatan energi dan daya saing Indonesia di kancah global.

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
TAGGED:ART AS-RIBahlil LahadaliaDeni YusupMenteri ESDMPusat Riset Indonesia (PRI)
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Magnet Diaspora! “Kami Ngefans!” Bahlil Effect Menggema hingga Yordania
Next Article Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) mempersiapkan program MBG (Sumber : bgn.go.id) Bantah Narasi Laba Rp1,8 Miliar, BGN Paparkan Struktur Tata Kelola Anggaran Program MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

24 hours ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

24 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index