By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Dianggap Membawa Pengaruh Ateis untuk Anak Muda, Konser Hindia Diprotes Ormas Tasikmalaya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dianggap Membawa Pengaruh Ateis untuk Anak Muda, Konser Hindia Diprotes Ormas Tasikmalaya

Musik

Dianggap Membawa Pengaruh Ateis untuk Anak Muda, Konser Hindia Diprotes Ormas Tasikmalaya

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Kontroversi penolakan ormas, lirik lagu Hindia, dan ancaman pembatalan konser di Tasikmalaya menjadi sorotan publik menjelang gelaran festival musik Ruang Bermusik 2025. Musisi Hindia, yang sebelumnya diumumkan sebagai salah satu pengisi acara, menghadapi protes sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang menuding lirik lagunya mengandung unsur bertentangan dengan norma syariat.

Contents
Lirik Lagu dan Tuduhan Unsur SatanismeSeni dan Musik di Mata Ulama TasikmalayaRespon Pemerintah Kota TasikmalayaInsiden Serupa di Banda AcehPenyelenggara Belum Beri Pernyataan ResmiPolemik yang Perlu Dialog

Konser yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2025 di Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menuai reaksi keras dari sebagian warga setempat. Protes yang disuarakan oleh ormas ini bahkan sempat viral di media sosial setelah video unjuk rasa tersebar luas.

Dalam video tersebut, tampak beberapa orang berkumpul di Tugu Asmaul Husna, Cihideung, sambil membentangkan spanduk berisi pesan penolakan. Salah satunya bertuliskan, “Konser bukan ancaman keimanan,” yang memperlihatkan keresahan mereka terhadap kehadiran Hindia di kota santri itu.

Lirik Lagu dan Tuduhan Unsur Satanisme

Protes dari ormas Tasikmalaya terhadap kehadiran Hindia dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa beberapa lirik lagunya memiliki makna yang dinilai melenceng dari nilai-nilai keagamaan. Ketua Ormas Al Mumtaz Kota Tasikmalaya, Ustaz Hilmi Afwan, menyebut konser Hindia harus dibatalkan demi menjaga akidah generasi muda.

“Yang dipermasalahkan musik Hindia ada indikasi satanic yang memang melanggar norma syariat, terutama pemahaman simbol dajjal, baphomet, dan lambang ateis dengan jargon freemason,” ujar Hilmi, Minggu (13/7).

Salah satu lirik yang menjadi sorotan adalah potongan lagu Matahari Tenggelam rilisan 2023, yang berbunyi: “Ku doakan kita semua masuk neraka, panjang umur, matahari tenggelam dan selamat datang malam.”

Lirik ini dinilai tidak pantas oleh sebagian ulama dan dianggap sebagai bentuk glorifikasi terhadap simbol-simbol kegelapan.

“Konser musik Hindia harus dibatalkan dan tujuannya untuk menyelamatkan akidah generasi muda dari pengaruh musik Hindia yang disinyalir liriknya membawa penonton ke dalam neraka,” tambah Hilmi.

Seni dan Musik di Mata Ulama Tasikmalaya

Meski mendapat sorotan tajam, Hilmi menegaskan bahwa Tasikmalaya tidak menolak musik dan seni secara umum. Namun, pihaknya bersikap tegas jika sebuah pertunjukan dianggap melanggar norma syariat.

Baca Juga :

Pricing Jasa Teman Sekelas: Cara Hitung Tarif Biar Nggak Tekor
Biodata dan Profil Lee Sung Kyung, Lengkap dengan Perjalan Karier, Pacar hingga Media Sosial

“Tasikmalaya tidak alergi dengan musik dan seni, tapi jika musik yang berbalut seni terindikasi adanya upaya penggiringan menjadi ateis, menjadi pemantik, semua ulama bersikap tegas menolak konser musik Hindia,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa konser musik Hindia dinilai membawa unsur penyambutan terhadap kekuatan kegelapan, yang menurutnya merupakan bagian dari satanisme. Pernyataan ini pun memicu perdebatan di media sosial, dengan sebagian netizen menilai penolakan itu berlebihan.

Respon Pemerintah Kota Tasikmalaya

Menanggapi kontroversi ini, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Dicky, menyatakan bahwa pihak penyelenggara acara tidak memiliki niat buruk dalam menghadirkan Hindia ke Tasikmalaya. Ia juga menduga bahwa penolakan ini muncul karena terpengaruh insiden serupa di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

“Saya yakin teman dari EO tidak ada maksud buruk sama sekali,” ujarnya.

“Mungkin berpikir sebelumnya sudah pernah, kayak kejadian di Aceh, kemungkinan menjadi pemicu utamanya,” tambahnya.

Dicky memastikan pemerintah kota akan mencoba mencari solusi terbaik agar konser bisa tetap berjalan dengan mematuhi aturan yang berlaku. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog untuk menyelesaikan polemik ini.

Insiden Serupa di Banda Aceh

Kontroversi penolakan konser Hindia di Tasikmalaya mengingatkan publik pada peristiwa di Banda Aceh bulan lalu. Konser yang rencananya digelar di Taman Budaya, Banda Aceh, pada 18 Juni 2025, dibatalkan secara mendadak.

Pembatalan itu terjadi karena pihak panitia belum mengantongi rekomendasi dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, sehingga Polresta Banda Aceh tidak dapat mengeluarkan izin keramaian.

Kasus serupa ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi musisi dalam menyelenggarakan konser di daerah yang memiliki norma religius yang ketat.

Penyelenggara Belum Beri Pernyataan Resmi

Hingga artikel ini ditulis, pihak penyelenggara Ruang Bermusik 2025 belum memberikan keterangan resmi terkait nasib konser Hindia di Tasikmalaya. Sejumlah pihak berharap panitia dapat segera memberikan klarifikasi agar publik mendapat kepastian mengenai keberlangsungan acara tersebut.

Di media sosial, perdebatan mengenai pro dan kontra konser Hindia masih berlangsung. Sebagian warganet menyayangkan keputusan ormas yang dinilai terlalu jauh mencampuri urusan seni dan ekspresi musisi. Sementara yang lain mendukung langkah ormas untuk melindungi nilai-nilai lokal dan moral masyarakat.

Polemik yang Perlu Dialog

Polemik konser Hindia di Tasikmalaya membuka kembali diskusi tentang batasan antara seni, kebebasan berekspresi, dan norma agama di masyarakat. Di satu sisi, seni menjadi ruang ekspresi yang penting bagi generasi muda. Namun di sisi lain, setiap karya seni tetap perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan keyakinan masyarakat setempat.

Dengan adanya dialog yang sehat antara musisi, penyelenggara, ulama, dan pemerintah daerah, diharapkan masalah ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan ketegangan yang lebih besar.

You Might Also Like

Mocca Ciptakan Momen Tak Terlupakan di Java Jazz Festival 2026, Ajak Penonton Naik Panggung
Andien Bawa Lagu Baru dan Kenangan Kirana di Panggung Java Jazz Festival
Bilal Indrajaya Ajak Penonton Bernostalgia lewat Lagu-Lagu The Beatles di Java Jazz 2026
Slank Sioapkan Kejutan di Panggung Java Jazz 2026
Java Jazz Festival 2026 Hadir dengan Venue Baru dan Konsep Lebih Fresh
TAGGED:AteisBaskara PutraHindiaTasikmalaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Curhatorium, Platform Kesehatan Mental untuk Anak Muda yang Rentan Depresi
Next Article ‘Dawai Anak Sungai’ Film Pendek Karya Anak Muda Kalimantan Tengah yang Angkat Isu Sosial dan Lingkungan
1 Comment
  • Pingback: Lirik Lagu 'Matahari Tenggelam' - Hindia, yang Dianggap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Sebut APBN Berpeluang Lebih Longgar

Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Musik

The Weeknd Siap Guncang Jakarta Lewat After Hours Til Dawn Tour 2026

1 month ago
Musik

G-Dragon Bocorkan Tur 20 Tahun Big Bang di Panggung Coachella

2 months ago
Musik

NCT WISH Pakai Nama Asep hingga Yusuf, Fans Indonesia Heboh

2 months ago
Musik

Royalti Musik Dangdut Turun Drastis, Ini Penjelasan Resmi LMKN

2 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index