Halo Inversi! Jakarta kembali menunjukkan taringnya di dunia olahraga pelajar. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemprov untuk terus memperkuat ekosistem olahraga pelajar lewat pembinaan jangka panjang dan penyediaan fasilitas yang mumpuni.
Hal itu ia sampaikan saat melepas kontingen DKI Jakarta yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta.
“Prestasi Nggak Datang Semalam” Gaya Pramono Anung
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa prestasi sejati tidak bisa diraih secara instan. “Prestasi nggak lahir dalam semalam. Kami ingin memastikan setiap anak muda Jakarta punya kesempatan yang sama buat berkembang dan berprestasi di bidang yang mereka cintai,” katanya penuh semangat.
Pramono juga menegaskan bahwa pembinaan olahraga pelajar di Jakarta tidak hanya fokus pada perolehan medali, tapi juga penguatan karakter, sportivitas, dan solidaritas.
“Kemenangan sejati bukan cuma soal medali, tapi tentang kejujuran, disiplin, dan rasa hormat kepada lawan,” ujarnya, disambut tepuk tangan para atlet muda yang hadir.
Diketahui, ajang POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI bakal digelar pada 1–10 November 2025. DKI Jakarta menurunkan total 786 anggota kontingen, terdiri atas atlet, pelatih, asisten pelatih, dan ofisial dari berbagai cabang olahraga.
Jumlah itu menunjukkan keseriusan Jakarta dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu provinsi dengan pembinaan olahraga pelajar terbaik di Indonesia.
Momentum Evaluasi dan Regenerasi Atlet Muda
Menurut Pramono, keikutsertaan Jakarta di dua ajang nasional tersebut bukan hanya soal kemenangan, tapi juga evaluasi pembinaan atlet muda yang telah berjalan. Ia berharap hasilnya bisa jadi pijakan untuk menjadikan Jakarta sebagai center of gravity olahraga pelajar nasional.
“Saya yakin, dengan kerja keras, disiplin, dan gotong royong, Jakarta bisa jadi pusat prestasi olahraga Indonesia,” tegasnya dengan optimistis.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, turut menambahkan bahwa POPNAS dan PEPARPENAS bukan sekadar ajang adu kuat. “Dua event ini adalah ruang evaluasi hasil pembinaan sekaligus ajang mempererat semangat sportivitas antar daerah,” jelasnya.
Andri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga mulai dari Dispora, Dinas Pendidikan, KONI DKI Jakarta, BAPOPSI, NPCI, hingga pengurus cabang olahraga demi memastikan pembinaan atlet muda berjalan berkelanjutan.
Regenerasi Jadi Kunci Masa Depan Olahraga DKI
Menutup pernyataannya, Andri mengingatkan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti di satu generasi. “Kita nggak mau prestasi cuma numpang lewat di satu angkatan. Regenerasi atlet harus terus berjalan biar Jakarta tetap unggul di masa depan,” tegasnya.
Lewat semangat yang ditunjukkan Pemprov DKI dan seluruh pihak terkait, jelas bahwa Jakarta sedang membangun bukan hanya atlet, tapi juga karakter anak muda yang tangguh, sportif, dan berintegritas.
POPNAS dan PEPARPENAS 2025 jadi bukti nyata bahwa ibu kota serius menjadikan olahraga pelajar sebagai bagian dari kultur dan kebanggaan generasi muda.