By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Drama 3 Gim di Sydney, Rachel/Febi Rebut Gelar Australian Open 2025
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Drama 3 Gim di Sydney, Rachel/Febi Rebut Gelar Australian Open 2025

Olahraga

Drama 3 Gim di Sydney, Rachel/Febi Rebut Gelar Australian Open 2025

Jack
By
Jack
7 months ago
Share
6 Min Read
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose (kiri)/Febi Setianingrum (kanan), sukses mengunci gelar juara ganda putri Australian Open 2025. (Foto: PBSI)
SHARE

INVERSI.ID – Dominasi Indonesia di sektor ganda putri kembali terbukti di panggung internasional. Kali ini, dua pasangan muda Tanah Air saling berhadapan pada final Australian Open 2025 yang digelar di Quaycentre, Sydney, Minggu sore waktu setempat. Laga yang menyedot perhatian pecinta bulu tangkis Indonesia itu akhirnya dimenangkan oleh pasangan Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum lewat pertarungan super ketat tiga gim dengan skor 18-21, 21-19, 23-21.

Contents
Pertarungan Ketat Sejak Gim PertamaGim Penentuan yang Bikin Deg-deganMasa Depan Cerah Ganda Putri Indonesia

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Rachel/Febi sebagai juara baru yang layak diperhitungkan di peta persaingan ganda putri dunia. Mereka bukan hanya menunjukkan determinasi tinggi, tetapi juga mental kuat ketika harus menghadapi rekan senegara sendiri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilsya Trias Puspitasari, yang lebih dulu dikenal sebagai salah satu pasangan potensial masa depan Indonesia.

Pertarungan Ketat Sejak Gim Pertama

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat dan tekanan tinggi. Pasangan Ana/Trias tampil solid sejak awal dan mampu mengontrol permainan di gim pembuka. Serangan-serangan Ana/Trias terlihat lebih rapi dan terstruktur, membuat Rachel/Febi sempat kesulitan keluar dari tekanan. Interval pertama pun didominasi Ana/Trias dengan keunggulan 11-5.

Meskipun tertinggal cukup jauh, Rachel/Febi tidak menyerah begitu saja. Mereka mencoba mengejar dan memperbaiki ritme permainan, terutama dalam kontes drive cepat yang menjadi ciri khas ganda putri Indonesia modern. Namun usaha itu belum cukup. Gim pertama tetap menjadi milik Ana/Trias setelah pukulan Trias menutup set pertama dengan skor 21-18.

Masuk gim kedua, atmosfer pertandingan berubah total. Rachel/Febi mulai menemukan pola yang mereka inginkan. Rally panjang terjadi berulang kali dengan tempo yang semakin tinggi. Kedua pasangan saling beradu kecepatan dan ketenangan, membuat skor berjalan sangat ketat sejak awal. Posisi imbang 2-2, 3-3, hingga 4-4 menjadi bukti bahwa laga ini berlangsung tanpa jeda untuk bernapas. Rachel/Febi sempat memimpin 6-4 sebelum kembali disamakan.

Permainan semakin alot ketika Ana/Trias berbalik unggul 8-7, namun lagi-lagi Rachel/Febi berhasil menahan laju lawan dan membuat skor kembali imbang 8-8. Momen inilah yang menjadi titik balik permainan. Rachel/Febi mulai berani mengambil risiko, terutama di area depan yang mereka kuasai dengan cukup baik.

Akhirnya, gim kedua berhasil direbut Rachel/Febi dengan skor 21-19. Gim ini seolah menjadi simbol bahwa mental juara mereka tidak runtuh meski sempat tertinggal.

Gim Penentuan yang Bikin Deg-degan

Gim ketiga adalah fase paling emosional dalam pertandingan ini. Baik Rachel/Febi maupun Ana/Trias tampil habis-habisan. Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mau menyerah. Setiap poin seperti penentu, dan setiap kesalahan terasa sangat mahal.

Beberapa kali kedua pasangan saling menyalip angka. Di momen tertentu, Ana/Trias sempat memimpin. Namun Rachel/Febi mampu membalikkan keadaan dengan performa luar biasa, terutama dalam mengambil keputusan cepat pada rally panjang. Febi terlihat sangat stabil di area belakang, sementara Rachel begitu agresif mengatur permainan di depan.

Baca Juga :

Anak Indonesia Makin Doyan Literasi, Tapi…
Setoran Dividen BUMD ke Pemkot Surabaya Capai Rp204,6 Miliar

Skor ketat sampai deuce membuat publik yang menonton pertandingan ini, baik di tribun maupun daring, ikut menahan napas. Pada akhirnya, Rachel/Febi berhasil mengunci kemenangan dengan skor 23-21 setelah memanfaatkan peluang emas di penghujung laga. Mereka langsung merayakan kemenangan itu dengan pelukan panjang, simbol dari perjuangan keras yang mereka lalui sejak awal turnamen.

Masa Depan Cerah Ganda Putri Indonesia

Final sesama Indonesia bukan hal baru di dunia bulu tangkis, tapi kehadiran dua pasangan muda dengan pembawaan yang begitu matang menjadi harapan besar bagi regenerasi sektor ganda putri. Rachel/Febi yang baru di beberapa tahun terakhir mencuri perhatian tampak semakin berkembang. Sementara Ana/Trias, meskipun kalah, tetap menunjukkan kualitas permainan yang tidak bisa diremehkan.

Kemenangan Rachel/Febi juga menjadi sinyal positif bagi persaingan global. Mereka memperlihatkan bahwa ganda putri Indonesia tidak hanya bergantung pada nama-nama besar senior, tetapi juga memiliki talenta baru yang siap bersaing di turnamen elite dunia.

Australian Open 2025 pun menjadi ajang pembuktian bahwa regenerasi PBSI berjalan ke arah yang benar. Pola permainan cepat, agresif, dan penuh variasi serangan membuat pasangan-pasangan muda ini semakin terlihat matang. Hal ini penting, terutama mengingat ketatnya persaingan dari negara-negara Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Kemenangan ini juga memperkuat posisi Rachel/Febi dalam persiapan menuju turnamen-turnamen besar berikutnya. Dengan mental yang sudah teruji melalui pertarungan intens seperti ini, mereka diharapkan mampu membawa nama Indonesia lebih jauh di kejuaraan-kejuaraan superseries level atas.

Selain itu, kemenangan atas rekan sendiri menunjukkan bahwa persaingan internal Indonesia sangat sehat. Mereka tidak hanya berlatih bersama, tetapi juga bersaing untuk memperbaiki kualitas masing-masing. Hasilnya terlihat jelas dalam pertandingan final ini: tempo tinggi, strategi matang, dan pertahanan yang kokoh dari kedua sisi.

Rachel/Febi kini menjadi salah satu pasangan yang wajib diperhatikan ke depannya. Dengan modal teknik dan keberanian mereka, tak menutup kemungkinan bahwa pasangan ini akan menembus papan atas ranking dunia dalam waktu dekat.

You Might Also Like

Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Ceko: Bezzecchi Masih Memimpin, Marc Marquez Kian Mengancam
Marc Marquez Tak Terbendung di Brno, Kemenangan Kedua Beruntun Bikin Rival Waspada
Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026
Langkah Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
Alex Marquez Prioritaskan Pemulihan, Absen di Sprint dan Race GP Ceko
TAGGED:Australian Open 2025Bulu TangkisRachel/Febi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Erick Thohir: FIFA Series Bikin Timnas Siap Hadapi Dunia
Next Article Dari Introvert Jadi Percaya Diri, Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Program Sister School Thailand
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Cetak Brace Perdana di Piala Dunia, Cunha Bawa Brasil Makin Percaya Diri

3 days ago
Olahraga

Ronaldinho Dikabarkan Gabung Ravenna FC, Siap Kembali ke Dunia Sepak Bola di Usia 46 Tahun

3 days ago
Olahraga

Siapkan Generasi Emas, Pemerintah Dorong Pembinaan Atlet Sejak Usia 8 Tahun

4 days ago
Olahraga

Herdman Bidik Gelar FIFA ASEAN, Timnas Indonesia Harus Jadi Raja Asia Tenggara

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index