INVERSI.ID – Duta GenRe Jawa Barat 2025 menjadi sorotan publik setelah puluhan remaja dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat berkumpul di Braga City Walk, Sabtu (27/9/2025), untuk mengikuti grand final. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah bagi anak muda Jawa Barat dalam menyalurkan kreativitas, menyuarakan isu-isu remaja, sekaligus menyiapkan diri sebagai generasi tangguh di masa depan. Kehadiran Duta GenRe Jawa Barat 2025 membuktikan bahwa remaja punya potensi besar untuk menjadi motor perubahan sosial.
Duta GenRe Jawa Barat 2025 juga hadir sebagai ruang aktualisasi di tengah derasnya tantangan era digital. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, peran GenRe sangat vital.
“Masalah kesehatan mental, perundungan siber, perkawinan dini, hingga bahaya narkoba adalah ancaman nyata di sekitar kita. Di sinilah peran GenRe hadir, membekali remaja bukan hanya untuk berkata ‘tidak’ pada pernikahan dini, seks pranikah, dan narkoba, tetapi juga melatih mereka menjadi pribadi tangguh yang punya perencanaan matang untuk masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Duta GenRe Jawa Barat 2025 tidak hanya dimaknai sebagai gelar prestisius, tetapi juga sebagai panggilan untuk berkontribusi nyata. Selama masa karantina tiga hari, para finalis mempresentasikan ide serta solusi atas isu-isu remaja di daerah asal mereka. Kreativitas tersebut menjadi bukti bahwa remaja Jawa Barat memiliki potensi tanpa batas untuk menjawab tantangan zaman.
Kreativitas GenRe untuk Menjawab Tantangan Era Digital
Ajang Duta Generasi Berencana Jawa Barat 2025 menghadirkan generasi muda yang siap membuktikan diri melalui karya nyata. Siska Gerfianti mengingatkan pesan Gubernur Jawa Barat bahwa para finalis GenRe harus menjadi “Satria Panca Waluya” dengan nilai cager, bager, bener, pinter, tur singer. Nilai-nilai ini diharapkan bisa terwujud dalam kehidupan sehari-hari sekaligus dalam karya yang bermanfaat bagi sesama.
“Saya melihat bagaimana kreativitas anak-anak GenRe ini tidak ada batasnya. Gunakan kreativitas itu untuk menyebarkan konten positif, buat film pendek, lagu, atau bentuk inovasi lain agar program GenRe bisa lebih keren, kekinian, dan mudah diterima teman-teman sebaya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana Duta GenRe tidak sekadar berbicara di panggung, tetapi menghadirkan solusi nyata. Ide-ide yang mereka paparkan berangkat dari masalah riil yang dihadapi remaja di daerah masing-masing. Mulai dari isu kesehatan mental, penggunaan media sosial secara sehat, hingga pentingnya pendidikan berkelanjutan menjadi topik utama yang banyak diangkat.
Duta GenRe, Motor Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045
Duta Generasi Berencana Jawa Barat 2025 bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai pemenang. Semua peserta dianggap juara karena telah menjadi bagian dari gerakan perubahan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan dukungan penuh terhadap program ini.
“Remaja GenRe harus menjadi motor perubahan, bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional. Kalian adalah calon pemimpin Jawa Barat, bahkan Indonesia, menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Siska.
Apresiasi juga diberikan kepada BKKBN dan para mitra yang terus bersinergi memastikan akses informasi, pendidikan, serta dukungan bagi tumbuh kembang remaja. Ajang ini diharapkan melahirkan inspirasi yang bisa ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat.
Siska menutup dengan pesan inspiratif.
“Semua yang tampil di panggung hari ini adalah juara. Teruslah bermimpi, berkarya, dan menjadi inspirasi. Perempuan berdaya, anak terlindungi, keluarga berkualitas, menuju Jawa Barat Istimewa.”
Melalui Grand Final Duta Generasi Berencana Jawa Barat 2025, kita bisa melihat bagaimana remaja Jawa Barat mampu melampaui batas ekspektasi. Mereka tidak hanya menunjukkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menyuarakan solusi untuk masalah-masalah krusial di sekitar mereka. Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa anak muda adalah aset berharga bangsa. Dengan dukungan yang tepat, mereka siap menjadi generasi emas yang membawa perubahan menuju Indonesia Emas 2045.