By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Efek Perang Iran–AS–Israel Kian Terasa, IHSG Ambruk 5%, Minyak Tembus US$100 dan Rupiah Tembus Rp17.000
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Efek Perang Iran–AS–Israel Kian Terasa, IHSG Ambruk 5%, Minyak Tembus US$100 dan Rupiah Tembus Rp17.000

EkonomiTerkini

Efek Perang Iran–AS–Israel Kian Terasa, IHSG Ambruk 5%, Minyak Tembus US$100 dan Rupiah Tembus Rp17.000

Nicholas
By
Nicholas
4 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi - Pelaku saham tengah memperhatikan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/3/2026). (Foto, Antara/Sulthony).
SHARE

JAKARTA — Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai mengguncang pasar keuangan Indonesia. Dampaknya langsung terasa di lantai bursa ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 5% pada awal perdagangan Senin (9/3/2026).

Data perdagangan RTI Business menunjukkan IHSG sempat jatuh hingga level 7.156,68 sekitar pukul 09.12 WIB, atau terkoreksi lebih dari 5%. Meski kemudian sedikit pulih, indeks masih bergerak di kisaran 7.287,98, turun 3,92% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Tekanan pada pasar saham domestik terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi dunia.

Pengamat pasar modal Reydi Octa mengatakan ketegangan geopolitik membuat investor global mengambil langkah defensif dengan mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham di negara berkembang.

“Geopolitik di Timur Tengah masih memberi efek risk-off di pasar global karena memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan ketidakpastian. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham di emerging markets,” kata Reydi saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/3) pagi.

Tekanan terhadap IHSG juga dipicu aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps yang memiliki bobot besar terhadap indeks. Ketika saham-saham besar terkoreksi secara bersamaan, dampaknya langsung terasa terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

“Ketika saham berkapitalisasi besar terkoreksi bersamaan, dampaknya langsung terasa pada IHSG,” jelas Reydi.

Fenomena ini mencerminkan perubahan sentimen global yang sedang bergeser ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS dan obligasi pemerintah negara maju.

Tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pelemahan IHSG juga sejalan dengan koreksi yang terjadi di berbagai bursa Asia.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Ian Ousley, Pemeran Sokka Avatar: The Last Airbender
Soroti Alih Kuota Tambahan Haji, Anggota Timwas Haji DPR RI Dorong Pembentukan Pansus

Menurutnya, pasar kawasan bereaksi terhadap meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah, terutama setelah meningkatnya ketegangan di jalur energi strategis seperti Selat Hormuz “Pergerakan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang juga terkoreksi akibat konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz,” ujarnya.

Selain pasar saham, dampak konflik juga terasa di pasar komoditas dan valuta asing. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak hingga di atas US$100 per barel, sementara nilai tukar rupiah ikut tertekan.

“Terpantau harga minyak mentah menguat di atas US$100 per barel dan nilai tukar rupiah sudah menembus level psikologisnya di sekitar Rp17.009 per dolar AS,” kata Herditya.

Lonjakan harga minyak global menjadi perhatian utama investor karena dapat memicu tekanan inflasi, terutama bagi negara pengimpor energi. Jika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, gangguan terhadap jalur distribusi minyak dunia berpotensi memperburuk volatilitas pasar keuangan global.

Dari sisi teknikal, Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan fase koreksi dalam jangka pendek seiring meningkatnya ketidakpastian global. “Dari sisi teknikal, kami sudah memproyeksikan IHSG masih melanjutkan koreksinya,” katanya.

Dengan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, pasar keuangan global kini menghadapi risiko baru yang dapat memicu gejolak lebih luas—mulai dari harga energi hingga arus modal di negara berkembang seperti Indonesia.

You Might Also Like

Kekacauan di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir
Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan
Gol Telat Tangiskan Kongo! Kolombia Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Sebut Produksi Beras dan Jagung Pecahkan Rekor
Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Beri Kemenangan Spesial
TAGGED:GeopolitikIHSGRTI BusinessTImur Tengah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article BTN Konfirmasi Elkan Baggott Masuk Skuad Timnas di Era John Herdman
Next Article Gaet Investor Bangun Storage BBM 90 Hari, Indonesia Siap Punya Benteng Energi Terkuat di Kawasan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Mati Lampu Terulang Lagi? Bahlil Semprot PLN: Penyakit Lama Sejak 2019 Belum Sembuh

2 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026

23 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index