JAKARTA – Setelah puluhan tahun kapasitas cadangan energi Indonesia berjalan di tempat, pemerintah akhirnya mencatat terobosan besar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa pemerintah telah mengantongi komitmen investor untuk membangun fasilitas storage minyak mentah berskala besar yang akan memperkuat cadangan energi nasional hingga setara 90 hari konsumsi.
Langkah ini disebut sebagai lompatan historis dalam pembangunan infrastruktur energi Indonesia yang selama puluhan tahun tertunda. “Investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026)
Menurut Bahlil, pembangunan storage tersebut akan melibatkan kombinasi investor dalam negeri dan investor asing. Namun ia menegaskan bahwa investor luar negeri yang masuk dalam proyek strategis ini bukan berasal dari Amerika Serikat.
Proyek pembangunan storage minyak mentah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global dan gejolak pasar energi dunia.
Selama bertahun-tahun, kemampuan storage energi Indonesia relatif terbatas. Kapasitas penyimpanan minyak nasional selama ini hanya mampu menampung pasokan sekitar 25–26 hari, jauh di bawah standar ketahanan energi banyak negara.
Dengan masuknya komitmen investor untuk membangun storage baru, pemerintah menargetkan cadangan energi nasional meningkat hingga 90 hari atau setara tiga bulan kebutuhan nasional. “Bapak Presiden memberikan arahan agar segera bangun storage. Kita butuh survival. Kalau tidak, nanti kita tergantung terus,” kata Bahlil.
Target ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia menghadapi ketidakpastian rantai pasok energi global. Masuknya investor dalam proyek storage ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa dunia internasional melihat Indonesia sebagai pasar energi yang stabil dan menjanjikan.
Bagi pemerintah, kehadiran investor bukan sekadar investasi infrastruktur. Ini adalah bukti nyata kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia serta arah kebijakan energi nasional.
Dengan skema investasi campuran antara investor domestik dan asing, proyek storage akan digarap oleh pihak swasta dengan dukungan kebijakan pemerintah. Strategi ini memungkinkan pembangunan infrastruktur berlangsung lebih cepat sekaligus mengurangi beban fiskal negara.
Langkah Bahlil menggaet investor untuk membangun storage energi dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah kebijakan energi nasional.
Setelah puluhan tahun kapasitas cadangan energi stagnan di kisaran satu bulan, Indonesia kini bersiap melakukan lompatan menuju sistem cadangan energi tiga bulan, sebuah standar yang mendekati praktik terbaik di banyak negara maju.
Dengan proyek storage ini, pemerintah ingin memastikan Indonesia tidak hanya meredam potensi krisis energi, tetapi juga membangun benteng pertahanan energi permanen. Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Indonesia berpotensi melompat menjadi salah satu negara dengan sistem cadangan energi paling kuat di kawasan Asia Tenggara.