By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Fakta-fakta Mahasiswa ITB Meninggal Dunia saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Fakta-fakta Mahasiswa ITB Meninggal Dunia saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak

Terkini

Fakta-fakta Mahasiswa ITB Meninggal Dunia saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institusi Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Rasyid Ghifary meninggal dunia.

Contents
Mahasiswa Mesin Angkatan 2021Persiapan Pesawat Tanpa Awak Ikuti Lomba KRTPasak Tercabut dari Tanah

Pasalnya Muhammad Rasyid Ghifary meninggal dunia saat melakukan uji coba menerbangkan pesawat tanpa awak di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung pada Selasa, 6 Juni 2023.

Menanggapi hal itu, pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) akhirnya buka suara terkait mahasiswanya yang meninggal.

Mahasiswa Mesin Angkatan 2021

Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Prof Dr Tatacipta Dirgantara mengungkapkan bahwa mahasiswa ITB yang meninggal itu adalah mahasiswa mesin angkatan 2021.

“Itu adalah mahasiswa mesin angkatan 2021, jadi mahasiswa di fakultas kami, mahasiswa itu sedang bersama timnya sedang melakukan kegiatan di unit kegiatan mahasiswa (UKM),” kata Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Prof Dr Tatacipta Dirgantara.

Persiapan Pesawat Tanpa Awak Ikuti Lomba KRT

Tatacipta mengatakan bahwa saat itu, UKM Aksantara ITB sedang mempersiapkan pesawat tanpa awak untuk mengikuti ajang perlombaan KRT (Kontes Robot Terbang).

Setelah itu, lanjut Tatacipta, Rasyid bertolak ke Lanud Sulaiman bersama rekannya pada Selasa sore.

Cuaca saat itu hujan dan membuat tanah di sekitar lokasi jadi lembek. Karena tanah yang lembek membuat pasak dari alat pelontar pesawat tanpa awak tercabut sehingga mengenai Rasyid.

“Selasa sore itu hujan ya, kemudian sesudah reda mereka kemudian mencoba. Tapi karena hari Senin, Selasa hujan jadi tanah itu basah, jadi dia menancapkan pasak ke tanah. Jadi karena basah, nggak kuat,” jelasnya.

Baca Juga :

Tips untuk Pemudik sebelum Lakukan Perjalanan Menurut Dokter
Penuhi Kriteria, UNS Masuk 5 Universitas Terbaik di Indonesia Versi The Asia University Rankings 2024

Pasak Tercabut dari Tanah

Kemudian ketika pelontar ditarik, pasaknya tercabut dari tanah sehingga karetnya terkena orang. Ada dua orang yag kena, namun yang satunya terkena tangan. Sedangkan Rasyid terkena di area yang fatal.

“Ketika pelontar itu ditarik, pasaknya tercabut dari tanah, karetnya kena orang. Mengenai dua orang, yang satu nggak kenapa-kenapa, hanya kena tangan. Satu lagi (Rasyid) kena area yang fatal,”ungkap Tatacipta.

Artinya kondisi tanah yang basah menjadi penyebab kecelakaan itu terjadi. Karena awalnya pesawat yang dibuat oleh Rasyad dan rekannya tidak mengalami masalah.

“Itu pesawatnya mau uji coba, pesawatnya mah nggak ada masalah, tapi yang masalah pelontar pesawatnya itu loh,”tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Tatacipta juga mengungkapkan keluarga besar ITB sangat berduka atas kepergian Rasyid untuk selamanya. Semasa hidupnya, Rasyad dikenal sebagai mahasiswa aktif dan berprestasi.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Klaim Jokowi Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra Singgung Gestur Politik
Next Article Erick Thohir Dapat Apresiasi Ulama NU Usai Bantu Palestina Merdeka Lewat FIFA Matchday
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

13 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

14 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index