By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Film Action Dengan Budget Rendah, Tapi Meledak di Pasaran
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Film Action Dengan Budget Rendah, Tapi Meledak di Pasaran

Hiburan

Film Action Dengan Budget Rendah, Tapi Meledak di Pasaran

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Ketika berbicara tentang film aksi blockbuster, banyak yang membayangkan produksi dengan anggaran ratusan miliar rupiah, penuh ledakan spektakuler, efek visual canggih, dan bintang-bintang Hollywood papan atas. Namun, sejarah perfilman telah membuktikan bahwa tidak semua film aksi sukses harus bermodal besar. Justru, beberapa film dengan anggaran yang relatif kecil berhasil mendunia, meraih keuntungan besar, dan bahkan menjadi ikon dalam genre aksi.

Contents
1. The Raid (2011) – Rp17,5 Miliar2. Upgrade (2018) – Rp47,8 Miliar3. Mad Max (1979) – Rp3,1 Miliar4. Ejen Ali: The Movie (2019) – Rp25,9 Miliar5. Paranormal Activity (2007) – Rp239 Juta

Keberhasilan ini membuktikan bahwa kreativitas dan kepiawaian sineas dalam menyusun cerita, aksi, dan teknik sinematografi sering kali lebih penting daripada sekadar dana produksi yang melimpah. Berikut adalah beberapa film aksi beranggaran rendah yang mampu mencuri perhatian dunia dan meraih kesuksesan luar biasa:

1. The Raid (2011) – Rp17,5 Miliar

Film aksi Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans ini hanya menghabiskan anggaran sekitar $1,1 juta atau setara dengan Rp17,5 miliar. Namun, dengan koreografi pertarungan yang intens dan aksi brutal yang khas, The Raid sukses mendunia. Film ini meraup pendapatan sekitar $9,3 juta (Rp148 miliar) dan bahkan melahirkan sekuel serta adaptasi Hollywood.

2. Upgrade (2018) – Rp47,8 Miliar

Film aksi fiksi ilmiah ini dibuat dengan dana sekitar $3 juta (Rp47,8 miliar). Berkisah tentang seorang pria yang mendapatkan kekuatan luar biasa melalui implan teknologi, Upgrade menawarkan aksi yang unik dan efek visual minimalis tetapi efektif. Film ini membuktikan bahwa konsep yang kuat bisa menggantikan efek CGI mahal dan tetap menghibur.

3. Mad Max (1979) – Rp3,1 Miliar

Film post-apocalyptic karya George Miller ini hanya dibuat dengan anggaran $200 ribu (Rp3,1 miliar). Meski dana terbatas, Mad Max menghadirkan aksi kejar-kejaran menegangkan di dunia yang brutal dan penuh kekacauan. Keberhasilannya yang mencapai pendapatan lebih dari $100 juta (Rp1,5 triliun) menjadikannya salah satu film paling menguntungkan sepanjang masa dan melahirkan waralaba besar di Hollywood.

4. Ejen Ali: The Movie (2019) – Rp25,9 Miliar

Film animasi asal Malaysia ini diproduksi dengan dana sekitar RM6,5 juta (Rp25,9 miliar). Mengisahkan petualangan seorang agen muda dalam melindungi kota futuristik, Ejen Ali: The Movie berhasil meraih pendapatan lebih dari RM30 juta (Rp119 miliar), menjadikannya salah satu film animasi Asia Tenggara tersukses.

5. Paranormal Activity (2007) – Rp239 Juta

Meskipun lebih condong ke genre horor, film ini menjadi contoh sempurna bagaimana produksi murah bisa meraih keuntungan luar biasa. Dengan anggaran hanya $15 ribu (Rp239 juta), Paranormal Activity berhasil menciptakan ketegangan luar biasa dengan konsep found footage. Film ini meraih pendapatan fantastis, lebih dari $190 juta (Rp3 triliun), dan memicu lahirnya waralaba panjang.

Film-film di atas membuktikan bahwa anggaran besar bukanlah satu-satunya kunci sukses dalam industri film aksi. Dengan kreativitas, teknik sinematografi yang cerdas, dan eksekusi cerita yang solid, sebuah film berbiaya rendah bisa menjadi fenomena global.

Industri film kini semakin terbuka bagi para sineas dengan ide brilian tetapi dana terbatas. Siapa tahu, di masa depan, kita akan menyaksikan lebih banyak film aksi spektakuler yang lahir dari tangan-tangan kreatif dengan modal minim, tetapi sukses luar biasa.

Baca Juga :

Tren Kenaikan 2023: Total Aset Perusahaan AXA Mandiri Mencapai Rp 41,11 triliun
Chromebook Pendidikan Bermasalah, Fakta di Persidangan Bertolak Belakang dengan Klaim Nadiem

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Prilly Latuconsina Siapkan Program Baru FFI 2026 untuk Cetak Sineas Masa Depan
Film Tanah Runtuh Siap Tayang, Sajikan Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Konflik Poso
Ario Bayu Ungkap Alasan Morgan Oey dan Nirina Zubir Dipilih Jadi Duta FFI 2026
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
TAGGED:Film
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Dari Limbah Menjadi Laba, UMKM Semarang yang Ubah Kayu Terbuang Jadi Produk Bernilai
Next Article Lagu Terpopuler yang Sering Jadi Daftar Playlist
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

Jakarta Gandeng Netflix, Siap Wujudkan Ambisi Jadi Kota Sinema Asia Tenggara

6 days ago
Film

Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura

6 days ago
Musik

Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat

7 days ago
Musik

Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index