INVERSI.ID – Aktor sekaligus ahli bela diri Iko Uwais ingin memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat Indonesia melalui film laga terbarunya berjudul Ikatan Darah.
Dalam konferensi pers dan pemutaran khusus film di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu, Iko menegaskan bahwa film tersebut tidak hanya menghadirkan aksi pertarungan, tetapi juga membawa nilai budaya yang melekat pada seni bela diri tradisional Indonesia.
“Pencak silat itu sangat kaya. Setiap perguruan punya karakter berbeda. Bahkan dalam satu daerah saja bisa ada ratusan perguruan,” kata Iko.
Menurutnya, pencak silat memiliki keunikan tersendiri dibandingkan bela diri lainnya karena setiap aliran mempunyai karakter gerakan yang berbeda meski masih berada dalam satu rumpun seni bela diri silat.
Melalui rumah produksinya, Uwais Pictures, Iko mengaku ingin terus menghadirkan film aksi yang memiliki akar budaya Indonesia yang kuat.
Ia juga menyoroti pentingnya chemistry antara pemain dan kru selama proses produksi film. Menurutnya, kekompakan tim menjadi salah satu faktor penting agar visi film dapat diwujudkan dengan maksimal.
Untuk proyek ini, Iko memilih Sidharta Tata sebagai sutradara karena tertarik dengan keberanian Tata dalam menggarap adegan aksi di proyek sebelumnya.
“Saya lihat keberaniannya di series ‘Pertaruhan’. Dengan durasi syuting yang terbatas, adegan aksinya tetap kuat. Saya tertantang melihat bagaimana kalau ia menangani film layar lebar,” ujar Iko.
Selain faktor kemampuan teknis, Iko juga menyebut kesamaan visi menjadi alasan utama dirinya mempercayakan film tersebut kepada Sidharta Tata.
Film Ikatan Darah turut dibintangi sejumlah aktor dan aktris seperti Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, serta Teuku Rifnu Wikana.
Iko menilai para pemain mampu menampilkan koreografi pencak silat sesuai karakter masing-masing, meski tidak seluruhnya memiliki latar belakang bela diri.
“Bukan soal siapa yang paling jago bela diri, tapi kemauan dan proses latihannya,” kata dia.
Film Ikatan Darah mengangkat kisah Mega, mantan atlet pencak silat yang harus mengakhiri kariernya akibat cedera. Kehidupannya berubah ketika sang kakak, Bilal, terlilit utang besar dan terseret kasus pembunuhan yang membuatnya menjadi buruan kelompok kriminal.
Dengan perpaduan aksi laga dan unsur budaya lokal, film ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi industri perfilman aksi Indonesia.
Film Ikatan Darah dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 30 April 2026.