By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: BGN Percepat MBG, Ribuan SPPG Jadi Penggerak Gizi dan Ekonomi Lokal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BGN Percepat MBG, Ribuan SPPG Jadi Penggerak Gizi dan Ekonomi Lokal

MBG

BGN Percepat MBG, Ribuan SPPG Jadi Penggerak Gizi dan Ekonomi Lokal

Adrian
By
Adrian
3 months ago
Share
6 Min Read
Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (Sumber : bgn.go.id)
Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (Sumber : bgn.go.id)
SHARE

Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional.

Dalam kurun waktu satu tahun empat bulan, BGN berhasil membangun lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Capaian ini dinilai sebagai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pembangunan ribuan SPPG tersebut merupakan bagian dari strategi percepatan pemerintah dalam memastikan program MBG dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Dalam satu tahun empat bulan, kami berhasil mendirikan lebih dari 27 ribu SPPG di seluruh Indonesia. Ini merupakan capaian yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan program MBG secara nasional,” ujarnya.

Menurut Dadan Hindayana, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi makanan bergizi, tetapi juga sebagai simpul penggerak ekonomi lokal. Setiap SPPG melibatkan berbagai tenaga pendukung, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, hingga tenaga akuntansi yang bertugas memastikan pengelolaan program berjalan secara profesional dan akuntabel.

Secara keseluruhan, terdapat puluhan ribu tenaga profesional yang terlibat langsung dalam operasional SPPG. Selain itu, program ini juga didukung oleh sekitar 1,1 juta relawan yang tersebar di berbagai daerah. Para relawan tersebut berperan penting dalam mendukung kelancaran distribusi makanan, pengawasan kualitas, serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Di tingkat daerah, dampak program MBG mulai dirasakan secara nyata. Di Provinsi Sumatra Barat, misalnya, tercatat sebanyak 404 SPPG telah beroperasi, dengan 70 unit di antaranya berada di Kota Padang. Kehadiran SPPG tersebut tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah secara signifikan.

“Di Sumatra Barat, program ini telah mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp400 miliar. Ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi masyarakat,” jelas Dadan Hindayana.

Baca Juga :

Iran Hadapi Aturan Ketat di Piala Dunia, Tim Hanya Boleh Masuk AS Saat Hari Pertandingan
SMAGA Bulukumba Gaskeun Prestasi! Makin Bersinar di Festival Pelajar UMB!

Perputaran ekonomi tersebut sebagian besar berasal dari alokasi anggaran untuk pembelian bahan baku makanan. Sekitar 70 persen dana yang dikelola SPPG digunakan untuk membeli bahan pangan, seperti beras, sayuran, ikan, telur, dan produk lainnya. Menariknya, sekitar 95 persen bahan baku tersebut berasal dari hasil produksi lokal.

Kebijakan ini secara langsung memberikan manfaat bagi para petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan meningkatnya permintaan terhadap bahan pangan lokal, para pelaku usaha di sektor tersebut mengalami peningkatan pendapatan dan produktivitas.

Selain untuk pembelian bahan baku, sekitar 20 persen anggaran digunakan untuk biaya operasional, termasuk pembayaran insentif bagi para relawan. Para relawan yang terlibat dalam program ini memperoleh penghasilan berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,5 juta per bulan, tergantung pada beban kerja dan wilayah penugasan.

Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga kerja. Dengan melibatkan jutaan tenaga kerja, program ini turut berperan dalam menekan angka pengangguran di berbagai daerah.

Lebih jauh, Dadan Hindayana menyampaikan bahwa program MBG juga berpotensi menurunkan angka kemiskinan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor riil, khususnya di bidang pertanian dan usaha kecil.

“Saya mendapatkan laporan bahwa masyarakat kini semakin bersemangat dalam mengembangkan sektor pertanian. Ini menunjukkan adanya dampak positif yang berkelanjutan dari program MBG,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan SPPG juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha, menciptakan sinergi yang kuat dalam mendukung keberhasilan program.

Dari sisi pembangunan manusia, program MBG memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang, diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

BGN juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh SPPG beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kualitas makanan, kebersihan, maupun tata kelola.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program MBG serta meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Dengan capaian pembangunan lebih dari 27 ribu SPPG dalam waktu relatif singkat, BGN menunjukkan bahwa transformasi pelayanan publik dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan berdampak luas. Program MBG tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan pembangunan sosial yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.

You Might Also Like

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri
Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi
Polri Perkuat Ketahanan Pangan: Operasikan 828 Dapur Gizi untuk 3,5 Juta Penerima Manfaat
TAGGED:BGNEkonomiGiziMBGPenggerakSPPG
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Film Ikatan Darah Tampilkan Aksi Pencak Silat Khas Indonesia ala Iko Uwais
Next Article Foto : Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan (Sumber : www.kemkes.go.id) Tangsel Perkuat Strategi Terpadu Tekan Stunting dari Program Makan Bergizi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn.) Trenggono (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Perkuat Sinergi, BGN Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI demi Akselerasi MBG

2 weeks ago
Foto : Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : prabowosubianto.com)
MBG

Fuad Bawazier Optimistis Program MBG Capai Kematangan di Tahun Ketiga

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi program MBG untuk masyarakat indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Partisipasi Publik Kawal Program Strategis: Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi MBG

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG untuk akselerasi bangsa (Sumber : bgn.id)
MBG

Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index