INVERSI.ID – Istilah “Googling” mungkin sudah melekat dalam kebiasaan banyak orang saat ingin mencari informasi secara online. Namun, tren ini perlahan mulai bergeser, terutama di kalangan Gen Z.
Menurut riset terbaru dari Bernstein Research yang dikutip Fortune Magazine, generasi muda kini lebih memilih mencari informasi melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram dibandingkan mesin pencari konvensional seperti Google.
Dari Googling ke Social Searching
Kata “Googling” pertama kali dipopulerkan oleh Larry Page, salah satu pendiri Google, sebelum perusahaan itu resmi berdiri. Istilah ini bahkan diakui secara resmi oleh Oxford English Dictionary pada 2006 sebagai bentuk umum dari aktivitas pencarian di internet.
Namun, laporan Bernstein Research mencatat bahwa istilah tersebut kini jarang digunakan oleh remaja masa kini.
“Anak muda sekarang lebih sering bilang ‘searching’ ketimbang ‘Googling’,” tulis analis Mark Shmulik dan timnya.
Hal ini terjadi karena Gen Z terbiasa menerima informasi dari media sosial bahkan sebelum mereka merasa perlu mencarinya. Dengan bantuan algoritma dan konten yang disesuaikan, informasi kerap kali datang terlebih dahulu tanpa harus diketik di kolom pencarian.
TikTok: Mesin Pencari Baru Anak Muda
Dalam survei yang dilakukan Forbes Advisor dan Talker Research pada April 2024 terhadap 2.000 responden di Amerika Serikat, ditemukan bahwa 45% Gen Z lebih suka mencari informasi melalui “pencarian sosial” di TikTok dan Instagram. Bandingkan dengan hanya 35% milenial, 20% Gen X, dan kurang dari 10% Boomer yang masih mengandalkan Google.
TikTok kini digunakan untuk mencari rekomendasi tempat makan, tips kesehatan, tutorial, hingga ulasan produk. Amazon menjadi pilihan untuk pencarian produk ritel, sementara tools seperti ChatGPT dipakai Gen Z untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah.
Respon Google: Beradaptasi atau Tertinggal
Google sendiri tak menutup mata terhadap pergeseran ini. Dalam konferensi Brainstorm Tech 2022, Prabhakar Raghavan, VP Senior Google, mengakui bahwa 40% anak muda tidak lagi menggunakan Google Search atau Maps untuk mencari rekomendasi restoran.
“Mereka langsung buka TikTok atau Instagram,” ujarnya.
Sebagai respon, Google mulai berinovasi. Perusahaan ini mengembangkan fitur seperti multisearch yang memungkinkan pengguna mencari menggunakan gambar dan teks sekaligus, serta fitur “near me” untuk menemukan layanan atau produk di sekitar.
Pada 2024, Google juga menguji fitur Ask Photos yang didukung AI Gemini. Fitur ini memungkinkan pengguna menanyakan informasi dari galeri foto mereka, seperti lokasi restoran yang pernah dikunjungi atau kapan terakhir kali mereka berada di suatu tempat.
Generasi Baru, Cara Baru Cari Informasi
Perubahan perilaku pencarian informasi oleh Gen Z menunjukkan bahwa mereka lebih mengutamakan pengalaman visual, personalisasi, dan kecepatan. Media sosial bukan hanya platform hiburan, tapi juga pusat informasi dan referensi utama.
Bagi pelaku bisnis dan penyedia konten, memahami kebiasaan ini menjadi penting agar tetap relevan. Di era ini, tampil di hasil pencarian Google saja belum cukup—harus hadir juga di feed TikTok dan explore Instagram.***