By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Gen Z Tak Lagi Andalkan Google, TikTok Jadi Mesin Pencari Favorit
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gen Z Tak Lagi Andalkan Google, TikTok Jadi Mesin Pencari Favorit

LifeStyle

Gen Z Tak Lagi Andalkan Google, TikTok Jadi Mesin Pencari Favorit

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Istilah “Googling” mungkin sudah melekat dalam kebiasaan banyak orang saat ingin mencari informasi secara online. Namun, tren ini perlahan mulai bergeser, terutama di kalangan Gen Z.

Contents
Dari Googling ke Social SearchingTikTok: Mesin Pencari Baru Anak MudaRespon Google: Beradaptasi atau TertinggalGenerasi Baru, Cara Baru Cari Informasi

Menurut riset terbaru dari Bernstein Research yang dikutip Fortune Magazine, generasi muda kini lebih memilih mencari informasi melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram dibandingkan mesin pencari konvensional seperti Google.

Dari Googling ke Social Searching

Kata “Googling” pertama kali dipopulerkan oleh Larry Page, salah satu pendiri Google, sebelum perusahaan itu resmi berdiri. Istilah ini bahkan diakui secara resmi oleh Oxford English Dictionary pada 2006 sebagai bentuk umum dari aktivitas pencarian di internet.

Namun, laporan Bernstein Research mencatat bahwa istilah tersebut kini jarang digunakan oleh remaja masa kini.

“Anak muda sekarang lebih sering bilang ‘searching’ ketimbang ‘Googling’,” tulis analis Mark Shmulik dan timnya.

Hal ini terjadi karena Gen Z terbiasa menerima informasi dari media sosial bahkan sebelum mereka merasa perlu mencarinya. Dengan bantuan algoritma dan konten yang disesuaikan, informasi kerap kali datang terlebih dahulu tanpa harus diketik di kolom pencarian.

TikTok: Mesin Pencari Baru Anak Muda

Dalam survei yang dilakukan Forbes Advisor dan Talker Research pada April 2024 terhadap 2.000 responden di Amerika Serikat, ditemukan bahwa 45% Gen Z lebih suka mencari informasi melalui “pencarian sosial” di TikTok dan Instagram. Bandingkan dengan hanya 35% milenial, 20% Gen X, dan kurang dari 10% Boomer yang masih mengandalkan Google.

TikTok kini digunakan untuk mencari rekomendasi tempat makan, tips kesehatan, tutorial, hingga ulasan produk. Amazon menjadi pilihan untuk pencarian produk ritel, sementara tools seperti ChatGPT dipakai Gen Z untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah.

Respon Google: Beradaptasi atau Tertinggal

Google sendiri tak menutup mata terhadap pergeseran ini. Dalam konferensi Brainstorm Tech 2022, Prabhakar Raghavan, VP Senior Google, mengakui bahwa 40% anak muda tidak lagi menggunakan Google Search atau Maps untuk mencari rekomendasi restoran.

Baca Juga :

Gen Z dan Paradoks Dunia Digital: Saat Literasi Tak Lagi Jadi Tameng dari Judi Online
Kisah Muhammad Zaki Korban Kecelakaan Tol Cikampek KM 58, Baru Pertama Kali Mudik dengan Travel

“Mereka langsung buka TikTok atau Instagram,” ujarnya.

Sebagai respon, Google mulai berinovasi. Perusahaan ini mengembangkan fitur seperti multisearch yang memungkinkan pengguna mencari menggunakan gambar dan teks sekaligus, serta fitur “near me” untuk menemukan layanan atau produk di sekitar.

Pada 2024, Google juga menguji fitur Ask Photos yang didukung AI Gemini. Fitur ini memungkinkan pengguna menanyakan informasi dari galeri foto mereka, seperti lokasi restoran yang pernah dikunjungi atau kapan terakhir kali mereka berada di suatu tempat.

Generasi Baru, Cara Baru Cari Informasi

Perubahan perilaku pencarian informasi oleh Gen Z menunjukkan bahwa mereka lebih mengutamakan pengalaman visual, personalisasi, dan kecepatan. Media sosial bukan hanya platform hiburan, tapi juga pusat informasi dan referensi utama.

Bagi pelaku bisnis dan penyedia konten, memahami kebiasaan ini menjadi penting agar tetap relevan. Di era ini, tampil di hasil pencarian Google saja belum cukup—harus hadir juga di feed TikTok dan explore Instagram.***

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
TAGGED:gen zGoogleTikTok
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 5 Universitas Terbaik di Indonesia yang Cocok untuk Gen Z
Next Article Fenomena ‘Manusia Tikus’ di China: Saat Gen Z Memilih Diam dan Rebahan sebagai Bentuk Protes
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo

3 weeks ago
Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index