Halo Inversi, Gen Z Pejuang dan Sports Analyst! Dari Pulau Seribu Masjid, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirimkan squadterbaiknya! Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, resmi melepas 102 atlet kontingen NTB untuk berlaga di POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI Tahun 2025 di Jakarta (1-10 November).
Pelepasan yang dilakukan di Gelanggang Pemuda Mataram ini diselimuti vibe optimisme. Gubernur Iqbal memberikan mentoring yang sangat smart. Ia menekankan bahwa ajang olahraga pelajar itu bukan sekadar hustle mengejar medali, tapi adalah sarana personal development:
“Bertandinglah bukan semata karena medali, tapi jadikan ajang ini untuk melatih jiwa sportivitas, kejujuran, dan mental pemenang yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk membentuk generasi unggul,” tegasnya.
KARAKTER ADALAH THE REAL PRESTASI
Poin Intelektualnya: Gubernur Iqbal menempatkan pembentukan karakter (soft skills) di atas prestasi fisik (hard skills). Ia menyadari bahwa mental pemenang, sportivitas, dan kejujuran adalah core values yang dibutuhkan untuk menjadi Generasi Unggul dalam kehidupan nyata, bukan hanya di arena.
Kepala Dispora NTB, Wirawan Ahmad, menjelaskan konteks teknis ajang ini (yang dipindahkan ke Jakarta karena ketidaksiapan tuan rumah PON 2028). Wirawan juga mengungkapkan target realistis NTB:
“Tahun kemarin kita meraih dua emas, dan tahun ini target naik menjadi tiga emas, berdasarkan potensi atlet yang ada,” tandasnya. Target peningkatan ini adalah bentuk evaluasi berbasis data dan potensi atlet sebuah langkah strategis yang cerdas.
FULL SUPPORT: APBD + APBN = POWER UP
Kontingen NTB akan bertanding di 16 cabang olahraga, termasuk cabor unggulan mereka: Atletik, Karate, Taekwondo, Tinju, Pencak Silat, dan Wushu.
Gubernur Iqbal juga memastikan dukungan finansial. Pemda NTB (APBD) mengalokasikan dana untuk transportasi atlet, sementara Kementerian Pemuda dan Olahraga (APBN) menanggung konsumsi dan akomodasi. Ini adalah sinergi anggaran yang memastikan kebutuhan atlet tercukupi.
Intinya: Kontingen NTB berangkat ke Jakarta dengan spirit yang tinggi dan target yang terukur. Mereka tidak hanya dituntut membawa pulang medali emas (target 3 medali), tetapi juga membuktikan bahwa atlet pelajar NTB adalah simbol generasi yang unggul dalam karakter dan mentalitas.