INVERSI.ID – Duta Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Fairuz Musdalifa, mengajak generasi muda untuk kembali menumbuhkan minat membaca di tengah arus deras informasi digital. Menurutnya, kebiasaan membaca dapat membentuk cara berpikir yang lebih kritis dan membantu memilah informasi yang benar.
“Di era digital seperti sekarang, banyak informasi tersebar begitu saja tanpa disaring. Dengan membaca, kita bisa lebih bijak dalam menyerap informasi,” ujar Fairuz dalam peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada 23 April 2025.
Membaca Membentuk Pola Pikir Kritis
Fairuz menekankan pentingnya membaca dari berbagai sumber terpercaya agar tidak mudah terjebak dalam hoaks atau informasi sesat.
“Jangan hanya percaya pada satu tulisan atau unggahan media sosial. Cari juga informasi dari sumber lain yang lebih kredibel,” tegasnya.
Ia juga membagikan pengalamannya dalam memilih media baca. Meski kini banyak konten digital, Fairuz mengaku lebih nyaman membaca buku dalam bentuk fisik karena membuatnya lebih fokus. Namun, ia tidak menutup diri terhadap bacaan digital, selama dilakukan dengan bijak.
Buku Masih Relevan di Era Serba Cepat
Memperingati Hari Buku Sedunia, Fairuz menegaskan bahwa buku tetap relevan di tengah dunia yang makin serba cepat dan digital. Apalagi saat ini, aplikasi seperti Ipusnas (perpustakaan digital nasional) mempermudah akses terhadap buku-buku berkualitas.
“Dengan aplikasi seperti Ipusnas, akses buku jadi lebih mudah dan murah. Tinggal niat dan kemauan untuk membaca secara konsisten,” katanya.
Fairuz mengajak anak muda untuk tidak kehilangan semangat membaca, karena kebiasaan ini akan sangat berharga dalam menghadapi tantangan zaman.***